Sandiaga Kritik Badan Riset, Ma'ruf Jawab Ini

Menanggapi Sandiaga, Maruf menyatakan keberadaan BRN bukan menambah jumlah birokrasi.

Suara.Com
Chandra Iswinarno | Muhammad Yasir
Sandiaga Kritik Badan Riset, Ma'ruf Jawab Ini
Sandiaga Uno dan Maruf Amin di debat ketiga Pilpres 2019. (Suara.com/Arief Hermawan)

Suara.com - Menanggapi pernyataan cawapres nomor urut 01 Ma'ruf Amin, Sandiaga Uno mengkritik pembentukan Badan Riset Nasional yang akan menambah birokrasi.

Namun, menurut Sandiaga yang paling penting dalam konteks pendidikan dan riset adalah kolaborasi.

"Kuncinya di kolaborasi, kita pastikan dunia usaha dapat insentif kalau berinvestasi di dunia riset, juga peneliti di universita terbaik kita," ujarnya.

Ia mengemukakan, selama ini riset yang ada tidak pernah digunakan dan menjadi tempat debu.

"Kita pastikan hasil riset bisa digunakan di dunia usaha dan pemeritah harus memastikan ekosistem agar riset bisa berjalan dalam berbagai bidang," jelasnya.

Sandiaga merujuk pada pengalamannya berkeliling di 1.500 titik yang memancarkan optimisme menuju Indonesia memiliki peluang Indonesia.

Menanggapi Sandiaga, Maruf menyatakan keberadaan BRN bukan menambah jumlah birokrasi.

"Tetapi lembaga akan jadi efisien menjadi satu lembaga yg menangani riset penanganan riset jadi lebih efektif. Kita akan mengikut sertakan semua pihak, pemerintah, akademisi dan dudi (dunia usaha dan industri)," ujarnya.

Karena itu, lanjut Ma'ruf, riset di Indonesia akan berkembang.

"Maka akan membangun Indonesia ke depan, untuk mempersiapkan 10 years challlenge," jelas Maruf.

Untuk diketahui, Debat Cawapres 2019 alias Debat ketiga Pilpres 2019 ini digelar di Hotel Sultan, Senayan, Jakarta Pusat, Minggu malam sekitar pukul 20.20 WIB.

Dalam debat ini, Maruf Amin dan Sandiaga Uno bakal beradu gagasan mengenai pendidikan, kesehatan, ketenagakerjaan, dan sosial kebudayaan.

Sementara debat dipandu dua moderator yakni Alfito Deannova dan Putri Ayuningtyas.

Komentar

Baca Juga

Berita Terkait

Terpopuler

Terkini