MK Tambah Waktu Penghitungan Suara, KPU Berharap Tetap Tepat Waktu

Diharapkan penghitungan suara diselesaikan lebih cepat, karena tenaga yang terbatas, kata Arief, Kamis (28/3/2019).

Suara.Com
Reza Gunadha | Fakhri Fuadi Muflih
MK Tambah Waktu Penghitungan Suara, KPU Berharap Tetap Tepat Waktu
Ketua Komisi Pemilihan Umum atau KPU Arief Budiman. (Suara.com/Yasir)

Suara.com - Mahkamah Konstitusi telah memutuskan untuk menambah waktu penghitungan suara Pemilu dan Pilpres 2019 selama 12 jam.

Pertambahan waktu penghitungan suara hasil pemilu tersebut diberlakukan setelah masa kalkulasi normal berakhir, yakni pukul 13.00 WIB, pada hari Rabu 17 April mendatang. Dengan demikian, penghitungan suara bisa dilakukan sampai pukul 24.00 WIB.

Namun, Ketua KPU Arief Budiman mengharapkan penghitupan perolehan suara di TPS nantinya tepat waktu, sehingga tak memakai pertambahan waktu tersebut.

“Diharapkan penghitungan suara diselesaikan lebih cepat, karena tenaga yang terbatas,” kata Arief, Kamis (28/3/2019).

Arief juga menuturkan, bakal mengkaji tindaklanjut putusan MK tersebut, terutama soal teknis penyelenggaraan pemilu.

"Denga adanya putusan MK itu akan kami kaji, apa cukup ditindaklanjuti dengan surat edaran atau harus mengubah PKPU. Setelahnya akan disosialisasikan,” tuturnya.

Sebelumnya, MK telah memutuskan menambah waktu penghitungan suara di TPS. Hal ini disampaikan majelis hakim konstitusi di sidang putusan uji materi yang digelar hari ini Kamis (28/3/2019) di Gedung MK, Jakarta Pusat.

Berdasarkan hasil putusan, pemungutan suara tetap dimulai pukul 07.00 WIB dan berakhir pukul 13.00 WIB.

Penghitungan suara yang dimulai setelah pemungutan suara berakhir dalam aturan sebelumnya harus selesai pada pukul 24.00 WIB atau dianggap batal.

"Dalam pertimbangan dalam uji materi, majelis hukum konstitusi memutuskan menambah waktu 12 jam setelah hari pemungutan suara," ujar Anwar Usman di Gedung MK, Jakarta Pusat (28/3/2019).

Komentar

Baca Juga

Berita Terkait

Terpopuler

Terkini