Luhut Beri Amplop ke Kyai, Timses Prabowo Minta Bawaslu Turun Tangan

"UU menegaskan bahwa pemberian yang ditujukan untuk mengarahkan kepada salah satu pasangan calon tidak dibenarkan."

Suara.Com
Dwi Bowo Raharjo | Novian Ardiansyah
Luhut Beri Amplop ke Kyai, Timses Prabowo Minta Bawaslu Turun Tangan
Menko Kemaritiman Luhut Binsar Panjaitan memberikan amplop kepada kiai (Twitter)

Suara.com - Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo - Sandiaga meminta Bawaslu RI untuk turun tangan dan mengecek terkait pemberian amplop yang dilakukan Menko Bidang Kemaritiman Luhut Binsar Panjaitan kepada seorang kyai.

Wakil Ketua BPN Prabowo - Sandiaga, Mardani Ali Sera menyebut beredarnya cuplikan video yang memperlihatkan Luhut memberikan amplop kepada seorang kyai saat berkunjung ke Pondok Pesantren Nurul Cholil, Bangkalan, Madura, Jawa Timur tengah menjadi perhatian masyarkat. Sebab pemberian amplop dilakukan di masa kampanye.

"Yang pertama tentu ini menjadi perhatian bagi Bawaslu untuk segera melalukan tindak lanjut dari informasi yang ada di media sosial. Apa yang ada di media sosial bisa benar bisa tidak, dia perlu diverifikasi," kata Mardani di Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Kamis (8/4/2019).

Jika benar, Mardani menganggap tidak pantas seorang menteri di kabinet kerja Jokowi memberikan amplop apalagi dengan tujuan mengarahkan pilihan kepada salah satu paslon capres dan cawapres.

Menurutnya, undang-undang pun telah menyatakan perbuatan tersebut masuk dalam kategori politik uang yang diharamkan perbuatannya.

"Kalau mau memberi monggo saja, tapi undang-undang kita menegaskan bahwa pemberian yang ditujukan untuk mengarahkan kepada salah satu pasangan calon tidak dibenarkan," kata dia.

"Kalau menurut kami mari kita bangun politik yang bersih, berintegritas, perangi politik uang karena itu pembunuh utama demokrasi," Mardani menambahkan.

Diberitakan sebelumnya, beredar cuplikan video yang memperlihatkan Menko Bidang Kemaritiman Luhut Binsar Panjaitan memberikan amplop kepada seorang kiai saat berkunjung ke Pondok Pesantren Nurul Cholil, Bangkalan, Madura, Jawa Timur viral di jagad media sosial.

Bahkan, usai memberikan amplop, Luhut sempat meminta kiai sepuh tersebut untuk mengajak umat mengenakan baju putih ke tempat pemungutan suara (TPS) pada hari pencoblosan 17 April 2019.

Vedeo berdurasi 1 menit 24 detik tersebut juga sempat diunggah politisi Partai Demokrat, Andi Arief di akun Twitter pribadinya. Dalam video tersebut, Luhut menyampaikan pernyataan kepada sang kyai sambil berbisik.

Komentar

Baca Juga

Berita Terkait

Terpopuler

Terkini