Buka Rakerkesda, Anies akan Petakan Masalah Kesehatan di Jakarta

Anies mengatakan, masalah kesehatan di Ibu Kota berbeda dengan kota lainnya di Indonesia

Suara.Com
Bangun Santoso | Stephanus Aranditio
Buka Rakerkesda, Anies akan Petakan Masalah Kesehatan di Jakarta
Gubernur DKI Jakarta membuka rapat Rakerkesda, Selasa (9/4/2019). (Suara.com/Stephanus Aranditio)

Suara.com - Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan membuka Rapat Kerja Kesehatan Daerah (Rakerkesda) 2019 di Hotel JS Luwansa, Jakarta Selatan pada Selasa (9/4/2019). Anies menegaskan peta masalah kesehatan sangat penting untuk mewujudkan masyakarat yang sehat.

Anies mengatakan, masalah kesehatan di Ibu Kota berbeda dengan kota lainnya di Indonesia. Oleh karena itu, perlu diadakan penanganan secara menyeluruh dengan beberapa pihak terkait.

"Kita membangun rapat kerja ini dengan pendekatan solusi masalah kesehatan perkotaan, karena masalah-masalah kesehatan di wilayah perkotaan itu berbeda dengan di luar perkotaan, apalagi tempat seperti Jakarta," kata Anies dalam sambutannya, Selasa (9/4/2019).

Anies mengimbau jajaran di Pemprov DKI fokus dalam penanganan kesehatan, baik itu pencegahan ataupun penanggulangan. bila terjadi dengan merumuskan 10 masalah kesehatan yang banyak dirasakan masyarakat.

"Saya minta tadi untuk merumuskan 10 hal yang senyatanya memang dirasakan sebagai masalah di masayarakat, bukan sekedar masalah yang menurut pengambil kebijakan sebagai prioritas," ujar Anies.

Hal tersebut dibuat dengan harapan pemprov dan dinas kesehatan mampu memberikan solusi kepada masyarakat.

"Tentu saja dalam rapat kerja ini kita juga bisa bicara tentang pencapaian target, pelayanan minimal dibidang kesehatan, lalu ada target-target spesisfik terkait dengan penurunan angka kematian, kemudian upaya pencegahan pengendalian penyakit tidak menular , menurunkan (prevalen sistansing) mengeleminasi TBC dan lainnya," harap Anies.

Dalam forum ini, dihadiri juga oleh beberapa organisasi internasional yang fokus dalam bidang kesehatan yakni Bappenas RI, BPJS Kesehatan, WHO, UNICEF, SEAMAO-RECFON.

Komentar

Baca Juga

Berita Terkait

Terpopuler

Terkini