Jusuf Kalla: Pemilih Golput karena Kebingungan, Bukan Kecewa dengan Jokowi

JK mengatakan potensi golput memang tidak bisa dihindari, mengingat itu juga merupakan hak warga negara Indonesia.

Suara.Com
Pebriansyah Ariefana
Jusuf Kalla: Pemilih Golput karena Kebingungan, Bukan Kecewa dengan Jokowi
Wapres Jusuf Kalla. (Suara.com/Ria Rizki)

Suara.com - Ketua Dewan Pengarah Tim Kampanye Nasional (TKN) Jokowi - Maruf Amin, Jusuf Kalla mengatakan penyebab ada pemilih golput karena mereka kebingungan. Bukan karena kecewa dengan Capres petahana, Joko Widodo atau Jokowi. JK mengatakan jika masyarakat kecewa dengan Jokowi, maka akan memilih Prabowo Suhbianto.

JK mengatakan potensi golput memang tidak bisa dihindari, mengingat itu juga merupakan hak warga negara Indonesia. Bahkan, tingginya golput yang menyebabkan tingkat partisipasi pemilih rendah itu pernah terjadi pada pelaksanaan pilkada.

"Kalau kecewa ke petahana, berarti dia (seharusnya) memilih 02 kan. Ternyata dia tidak juga, jadi dia bingung saja, yang mana ini," kata JK kepada wartawan di Kantor Wapres Jakarta, Selasa (9/4/2019).

"Kalau soal yang tidak datang (ke TPS), golput, itu memang tidak bisa dihindari. Malah di pilkada ada yang sampai 60 persen, ada yang sampai 50 persen yang tidak datang," tambahnya.

Untuk meningkatkan angka partisipasi pemilih pada 17 April mendatang, JK berharap sisa waktu kampanye dan debat capres terakhir pada 13 April nanti dapat dimanfaatkan sebaik-baiknya oleh kedua pasangan calon.

Berdasarkan survei Indikator Politik Indonesia pada Maret lalu, masih terdapat angka "swing voters" sebesar 16,9 persen dan "undecided voters" sebanyak 7,2 persen.

Sementara, tingkat partisipasi pemilih pada dua pilpres terakhir berkisar di angka 70 persen. Pada Pilpres 2009 partisipasi pemilih 71,7 persen, sedangkan Pilpres 2014 partisipasi pemilih turun menjadi 69,8 persen. (Antara)

Komentar

Baca Juga

Berita Terkait

Terpopuler

Terkini