Anies: MRT Enggak Ada Kelas, Office Boy Hingga Presiden Posisinya Sama

"Di MRT kedudukannya tidak menentukan tempat duduknya."

Suara.Com
Iwan Supriyatna | Stephanus Aranditio
Anies: MRT Enggak Ada Kelas, Office Boy Hingga Presiden Posisinya Sama
Gubernur Anies ngantor naik MRT di hari pertama penerapan tarif MRT Jakarta, Senin (1/4/2019). (Suara.com/Stephanus Aranditio)

Suara.com - Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan membuka Musyawarah Rencana Pembangunan Provinsi DKI Jakarta di Balai Agung, Jakarta Pusat, Rabu (10/4/2019). Anies meminta jajarannya untuk fokus mengajak masyarakat memaksimalkan transportasi umum yang sudah beroperasi.

Anies mengatakan, pemerintah dan masyarakat harus bersatu menjadikan transportasi umum seperti Moda Raya Terpadu (MRT) sebagai alat pemersatu bangsa.

"Di MRT kedudukannya tidak menentukan tempat duduknya. Kedudukan apapun posisinya sama, tempat ini egaliter, transportasi lain ada kelas, di sini nggak ada kelas, office boy, dengan CEO misalnya dalam gerbong yang sama. Semua dengan kerja latar belakang bebeda dalam MRT antriannya sama, presiden pun berdiri di MRT," kata Anies di Balai Agung, Jakarta Pusat, Rabu (10/4/2019).

Selain kesetaraan, Anies juga menyebut dengan menggunakan MRT masyarakat akan belajar disiplin waktu, sehingga tidak ada alasan untuk terlambat bekerja.

"Apa masyarakat modern itu? Yaitu terencana. Jadi jamnya, menit hitungannya, kemudian tertib, efisien, efektif dan beradab. Beradab artinya ada adab yang dijunjung tinggi," jelasnya.

Selain transportasi, mantan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan itu juga meminta jajarannya untuk fokus pemerataan pertumbuhan ekonomi di Ibu Kota.

"Tantangan di Jakarta cukup besar, tapi kami yakin dari proses yang kemarin dilakukan rujukan pada RPJMD dan belanja ide dari bapak ibu, kami harap akan muncul terobosan untuk kami laksanakan," tutup Anies.

Baca Juga

Komentar

Berita Terkait

Terpopuler

Terkini