Jorok! 42.000 Warga Jakarta Masih Buang Air Besar Sembarangan

Berdasarkan data Bappenas, sebanyak 0,42 persen dari total penduduk DKI Jakarta masih melakukan BABS.

Suara.Com
Iwan Supriyatna | Achmad Fauzi
Jorok! 42.000 Warga Jakarta Masih Buang Air Besar Sembarangan
Ilustrasi dilarang buang air besar sembarangan [shutterstock]

Suara.com - Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN)/Kepala Bappenas, Bambang Brodjonegoro mengungkapkan, masih banyak warga DKI Jakarta yang Buang Air Besar Sembarangan (BABS).

Berdasarkan data Bappenas, sebanyak 0,42 persen dari total penduduk DKI Jakarta masih melakukan BABS.

"0,42 persen berarti 42.000, kalau saya ambil penduduk DKI 10 juta, masih ada 42.000 orang DKI yang BABS," ujar Bambang saat memberikan sambutan Musrenbang di Balai Kota, Jakarta Pusat, Rabu (10/4/2019).

Selain itu, mantan Menteri Keuangan ini menyebut sanitasi aman di DKI Jakarta masih rendah hanya 19,07 persen dari penduduk DKI Jakarta.

Dia menerangkan, sanitasi aman adalah sanitasi yang ada di rumah dan terhubung dengan tempat pengolahan limbah.

"Tapi di DKI akses sanitasi layak sudah tinggi 90,37 persen. Sanitasi layak kayak apa? Sanitasi layak itu misalkan kalau ada MCK umum itu sudah layak, karena sudah ada aksebilitas, meskipun di rumah tidak ada sanitasi," tutur dia.

Maka dari itu, Bambang meminta Pemerintah Provinsi DKI Jakarta untuk membenahi permasalahan ini. Menurut dia, permasalahan ini akan mudah diselesaikan oleh Pemprov DKI Jakarta.

"Karena itu kami meminta agar pemerintah DKI dalam pola RKPD 2020 memberikan prioritas dan perhatian lebih kepada pelayanan air bersih, sanitasi dan air limbah," tutup dia.

Komentar

Baca Juga

Berita Terkait

Terpopuler

Terkini