Pengamat Politik UIN Beberkan 2 Masalah yang Bikin Jokowi Kalah di Pilpres

Menurut Tonny, masyarakat Indonesia lebih condong memilih berdasarkan preferensi psikologis daripada rasional.

Suara.Com
Agung Sandy Lesmana | Fakhri Fuadi Muflih
Pengamat Politik UIN Beberkan 2 Masalah yang Bikin Jokowi Kalah di Pilpres
Calon Presiden Jokowi menemui ribuan buruh dalam kampanye di Gedung Budaya Sabilulungan, Soreang, Kabupaten Bandung, Jawa Barat, Selasa (9/4/2019). (Antara)

Suara.com - Pengamat politik dari Universitas Islam Negeri (UIN) Syarif Hidayatullah, Tonny Rosyid menyebut ada dua hal yang akan menjadi faktor kekalahan Capres nomor urut 01, Joko Widodo atau Jokowi di Pilpres 17 April mendatang. Menurut Tonny, dua masalah itu kerap dilakukan Jokowi sepanjang memerintah selama 4,5 tahun.

Faktor pertama, kata dia, yakni soal klaim pembangunan infrastruktur yang kerap disampaikan Jokowi. Padahal, kata Tonny proyek infrasktruktur di Indonesia sudah dilakukan oleh pendahulunya. Kedua ia juga mengatakan Jokowi tidak pernah meminta maaf apabila melakukan kesalahan. Dua hal tersebut adalah faktor yang disebut oleh Tonny bisa menggerus elektabilitas Jokowi.

"Masalahnya kekurangan Pak Jokowi adalah tidak mau mengakui kinerja para pendahulunya dan bisa meminta maaf ketika melakukan kesalahan," Tonny di Seknas Prabowo-Sandi Menteng, Jakarta Pusat, Rabu (10/4/2019).

Menurut Tonny, masyarakat Indonesia lebih condong memilih berdasarkan preferensi psikologis daripada rasional. Hal itu, kata dia, yang menjadi pertimbangan masyarakat untuk memilih pemimpin.

"Tapi masalahnya masyarakat Indonesia ini preferensi psikologis lebih besar dari preferensi rasional," pungkasnya," tutur Tonny.

Untuk faktor klaim infrastruktur, Tonny mencontohkan proyek Moda Raya Terpadu (MRT). Menurutnya proyek MRT adalah hasil rintisan dari Gubernur DKI Jakarta pendahulu Jokowi, Sutiyoso. Karena itu masyarakat akan memilih Sutiyoso atau Anies jika mencalonkan diri.

"Mestinya Jokowi bilang beliau hadir di sini tanpa Pak Sutiyoso gak akan jalan karena tanpa beliau MRT gak akan ada. Kemudian diselesaikan adalah Anies Baswedan. Coba bicara kalau begitu yang suka Pak Sutiyoso dan Anies bisa coblos dia" kata Tonny.

Lebih lanjut, ia mengatakan Jokowi juga kerap mengklaim proyek para pendahulunya seperti Soekarno, Soeharto, dan Susilo Bambang Yudhoyono (SBY). Tonny menganggap jika Jokowi lebih menghargai proyek para pendahulunya maka masyarakat yang menyukai Soekarno, Soeharto dan SBY akan memilihnya.

"Infrastruktur, saya hanya bangun karena peran Pak Karno dan Soeharto dan ada Pak SBY. Kalau begitu yang suka Soekarno dan SBY bisa coblos dia. Saya banyak belajar dari mereka tapi sayangnya itu tidak dilakukan oleh Pak Jokowi," pungkas Tonny.

Baca Juga

Komentar

Berita Terkait

Terpopuler

Terkini