Kampanye Jokowi di GBK Membludak, Taman Semanggi Jadi Tempat Parkir Dadakan

Sejumlah massa yang datang bahkan sampai memarkir kendaraannya di atas trotoar dan pinggir jalan sehingga membuat macet

Suara.Com
Bangun Santoso | Stephanus Aranditio
Kampanye Jokowi di GBK Membludak, Taman Semanggi Jadi Tempat Parkir Dadakan
Kampanye Jokowi - Maruf Amin di GBK. (Suara.com/Arif)

Suara.com - Kampanye terakhir Paslon nomor urut 01 Joko Widodo atau Jokwi - Ma'ruf Amon yang bertajuk Konser Putih bersama Jokowi di Stadion Gelora Bung Karno, Senayan, Jakarta dipadati puluhan ribu massa pendukungnya. Massa sampai parkir di area trotoar simpang susun Semanggi.

Salah satu warga mengaku terpaksa memarkirkan motornya di trotoar Semanggi karena lahan parkir yang disediakan panitia sudah penuh.

"Harusnya panitia sediakan lahan parkir yang banyak, bukan ngasal naruh saja, apalagi parkir yang bukan semestinya," ucap Anton warga asal Depok kepada Suara.com di Simpang Susun Semanggi, Jakarta, Sabtu (13/4/2019).

Dari pantauan di lokasi, para pendukung Jokowi tidak hanya memarkirkan sepeda motor di atas taman, mereka juga nekat memarkirkannya di trotoar dan di tengah-tengah jalan, akibatnya jalan di Semanggi dan sekitaranya macet parah.

Untuk diketahui, Sebanyak 500 artis, musisi, dan budayawan akan meramaikan pagelaran bertajuk 'Konser Putih Bersatu' di Stadion Gelora Bung Karno, Senayan, Jakarta, Sabtu (13/4/2019). Ini adalah kampanye terakhir Jokowi - Maruf Amin.

Slank, bersama semua tokoh yang hadir dalam konser itu, juga akan membawakan lagu terbarunya yang berjudul #barengjokowi yang diciptakan khusus untuk capres nomor urut 01.

Selain Slank, komposer Addie MS juga akan tampil memandu para peserta yang hadir di Konser Putih Bersatu dan menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya di dalam Stadion Gelora Bung Karno.

Jokowi nantinya akan melakukan pidato politik dihadapan pendukungnya di SUGBK. Sementara pasangannya, Ma'ruf Amin akan memimpin doa jelang Pemilu 17 April nanti.

Baca Juga

Komentar

Berita Terkait

Terpopuler

Terkini