Momen Memalukan Perdana Menteri Australia, Berbahasa China ke Orang Korea

Scott Morrison membuat blunder setelah menilai saingannya rasis.

Suara.Com
Dany Garjito | Eleonora Padmasta Ekaristi Wijana
Momen Memalukan Perdana Menteri Australia, Berbahasa China ke Orang Korea
Perdana Menteri Australia, Scott Morrison, menghadiri KTT G20 di Argentina pada November 2018. [AFP/Ludovic Marin]

Suara.com - Perdana Menteri Australia, Scott Morrison mengalami kejadian memalukan ketika kampanye. Ia salah mengira orang Korea sebagai orang China.

Diberitakan The Independent, pada Sabtu (13/4/2019) kemarin Scott Morrison turun ke jalan-jalan di Sydney. Ia menyapa masyarakat untuk pertama kalinya setelah mengumumkan bahwa pemilihan parlemen akan digelar pada 18 Mei 2019.

Pemimpin Partai Liberal ini memilih pinggiran kota Strathfield yang multikultural sebagai tempat untuk pembukaan kampanyenya.

Di sana Scott Morrison bertemu seorang wanita berkemeja putih dan berkacamata hitam. Ia pun berjabat tangan dengannya, sebelum sebuah momen memalukan kemudian terjadi.

Disaksikan banyak wartawan, Scott Morrison mengatakan "Halo, apa kabar? Ni hao, apa kabar?"

'Ni hao' diketahui merupakan bahasa Mandarin untuk 'halo'.

"Tidak, tidak, tidak, saya orang Korea," jawab wanita itu.

Scott Morrison pun diam sejenak untuk mendengarkan wanita itu, tetapi kemudian menyapa orang lain. Suasana yang canggung itu terjadi setelah ia mengunjungi sebuah restoran Korea di Strathfield, yang memiliki populasi migran China dan Korea yang cukup besar.

Kejadian ini langsung viral di media sosial dan mengundang reaksi berupa ejekan dan ungkapan kekecewaan dari warganet. Scott Morrison sekonyong-konyong dianggap rasis oleh banyak orang.

"Strathfield memiliki populasi orang Korea yang tinggi. Menganggap mereka orang China itu rasis dan cukup bodoh," tulis seorang pengguna Twitter.

"Kebijakan pertama saya jika terpilih, memberi pelatihan 'Orang Asia yang mana ini?' untuk Scott Morrison," canda komedian Sydney, Michael Hing.

Padahal, sebelum terjadi blunder itu, Scott Morrison baru saja menyiratkan bahwa Partai Buruh, saingannya, memiliki masalah rasisme.

Pernyataan itu ia sampaikan di konferensi pers setelah wakil pemimpin oposisi Tanya Plibersek mengatakan bahwa warga Australia tidak bisa mengandalkan perusahaan pertambangan India untuk mendapatkan pekerjaan.

"Pada pemilu baru-baru ini, Michael Daley (politikus Partai Buruh) mengatakan, orang Asia akan mengambil pekerjaan Anda. Sekarang ada Tanya Plibersek, yang akan menjadi wakil perdana menteri, mengatakan bahwa bisnis India tidak dapat menciptakan lapangan kerja," kata Scott Morrison.

Komentar

Baca Juga

Berita Terkait

Terpopuler

Terkini