Prabowo Usir Sandiaga Semalam karena Tak Setuju Deklarasi Menang 62 Persen?

Kabar tersebut menyampaikan adanya pertengkaran hebat antara Prabowo - Sandiaga.

Suara.Com
Pebriansyah Ariefana | Ria Rizki Nirmala Sari
Prabowo Usir Sandiaga Semalam karena Tak Setuju Deklarasi Menang 62 Persen?
Pasangan nomor urut 02 Prabowo Subianto dan Sandiaga Uno mengikuti debat kelima Pilpres 2019 di Hotel Sultan, Jakarta, Sabtu (13/4/2019). Debat kelima tersebut mengangkat tema Ekonomi dan Kesejahteraan Sosial, Keuangan dan Investasi serta Perdagangan dan Industri. [Antara Foto/Wahyu Putro A/hp]

Suara.com - Dikabarkan Calon Presiden Prabowo Subianto usir Sandiaga Uno setelah pengumuman quick count yang memenangkan Jokowi - Maruf Amin di Pilpres 2019. Prabowo usir Sandiaga karena Sandiaga tak setuju Prabowo deklarasi klaim kemenangan 62 persen.

Kabar itu tersebar dalam jejaring WhatsApp dan media sosial, Kamis (18/4/2019) pagi. Kabar tersebut menyampaikan adanya pertengkaran hebat antara Prabowo - Sandiaga.

Berikut informasi yang tersebar:

TADI MALAM TIM INTI 02 BERTENGKAR HEBAT
_(kabar kasak-kusuk dari para wartawan)_

Dari teman wartawan yang hadir di Rumah Jln Kertanegara kemaren, para pentolan partai pendukung 02 bertengkar hebat.

Sandiaga Uno (SU) diusir Prabowo Subianto (PS).
Untuk menjaga etika politik jangan sampai terulang spt 2014, SU memberi saran ke PS agar tidak membuat deklarasi apa pun dulu.

Tapi PS mempertanyakan ke SU, "Apa alasan Anda??!!" PS langsung gebrak meja dgn kasar dan keras.
"Dengan Anda tidak setuju dgn klaim kemenangan ini..., silahkan Anda keluar dr koalisi ini! Artinya Saudara secara tdk langsung mendukung pasangan “bajingan” yg menang itu!!"

Sempat dilerai Sohibul Imam (Presiden PKS) dkk.

SU bilang, "Saya lebih baik kehilangan nyawa dibanding kehilangan harga diri, klaim menang, taunya yang dilantik orang lain!!"

Makanya saat mengeluarkan pernyataan, PS tidak didampingi SU.

Juru Bicara Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo - Sandiaga, Ferdinand Hutahaean membantah adanya keributan yang terjadi antara Prabowo dan Sandiaga.

"Itu fitnah. Tidak benar," kata Ferdinand kepada Suara.com, Kamis (18/4/2019) siang.

Presiden Partai Keadilan Sosial (PKS) Sohibul Iman pun kaget disebut ada saat Prabowo usir Sandiaga, Rabu (17/4/2019) malam kemarin. Sohibul Iman membantah kejadian itu.

Adanya kabar Capres - Cawapres nomor urut 02 Prabowo Subianto - Sandiaga Uno bertengkar hebat perihal deklarasi kemenangan. Nama Sohibul disebut sebagai penengah di antara keduanya.

Kabar pertengkaran Prabowo dan Sandiaga beredar cepat di grup-grup Whatsapp dan Twitter. Sohibul sempat kebingungan masih ada fitnah yang menyerang kubunya.

"Waduh cerita apalagi nih. Apalagi saya disebut menengahi," kata Sohibul melalui pesan singkat yang diterima Suara.com, Kamis (18/4/2019).

Sohibul kemudian menceritakan soal suasana di kediaman Prabowo di Jalan Kertanegara, Jakarta Selatan. Saat itu seluruh pimpinan partai Koalisi Indonesia Adil dan Makmur berkumpul termasuk Prabowo dan Sandiaga untuk memantau hasil penghitungan cepat suara Pemilu 2019.

Sohibul menjelaskan bahwa dirinya memang ada pada saat itu dari pukul 14.00 WIB hingga malam. Di sana kata Sohibul tidak ada ketegangan yang terjadi seperti yang dikabarkan. Malah para tamu-tamu yang hadir bersikap bijaksana saat menyikapi soal hasil suara Pilpres 2019.

"Tidak ada suasana perbedaan pendapat yang mengarah pada ketegangan, yang ada adalah saling tukar-tukar data dan informasi, lalu membicarakan penyikapan. Semua happy dan menunjukkan kedewasaan menyikapi sikon politik yang ada," ujarnya.

Saat terakhir Sandiaga tak terlihat di hadapan media

Setelah debat Pilpres 2019 terakhir, Sabtu (13/4/2019), Sandiaga langsung umroh dengan istrinya, Nur Asia Uno, keesokan harinya. Selama di Makkah, Sandiaga dan Nur Asia tidak pajang foto di media sosial. Baru pada Senin (15/4/2019), Sanidaga unggah video yang isinya meminta maaf tidak pajang foto karena fokus ibadah.

Selasa (16/4/2019), Sandiaga masih tampil di hadapan publik. Sandiaga mendatangi Gedung DPR/MPR. Sandiaga bertemu Ketua MPR, Zulkifli Hasan. Mereka diskusi tentang Pemilu 2019 yang jatuh, Rabu (17/4/2019). Masih diwawancara di MPR, Sandiaga sempat menyerukan untuk datang ke TPS pagi-pagi.

Tahunya benar saja, Rabu (17/4/2019), sandiaga sudah mulai beraktifitas pagi buta. Sandiaga doa bersama di masjid dekat rumahnya dan salat subuh berjamaah. Pagi pukul 06.30 WIB, Sandiaga jalan kaki ke TPS bersama sang istri.

Selesai nyoblos, Sandiaga menunggu di media centre Prabowo - Sandiaga bersama pejabat Badan Pemenangan Nasional (BPN). Sandiaga dan BPN menunggu kedatangan Calon Presiden Prabowo Subianto.

Sembari menunggu, Sandiaga dan BPN menggelar acara hiburan. Acara ini menampilkan pertunjukan musik dari Sandiaga dan BPN, stand up comedy dan ngobrol dengan wartawan.

Siang harinya, sekira pukul 12.00 WIB, Sandiaga menyambangi para relawannya di Hotel Ambhara, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan. Di hotel ini, Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandiaga membentuk Pusat Forum Relawan untuk memantau jalannya Pilpres 2019.

Para relawan tersebut bertugas memantau jalannya Pemilu 2019 melalui aplikasi ayojagatps. Tujuannya untuk mendapatkan laporan kecurangan di Tempat Pemungutan Suara (TPS) dan tindakan mencurigakan lainnya.

Laporan tersebut disampaikan para relawan di lapangan melalui aplikasi ayojagatps atau pesan singkat WhatsApp langsung ke Pusat Forum Relawan Prabowo-Sandiaga. Selain itu, para relawan juga bertugas memberikan foto C1 Plano atau catatan hasil penghitungan suara di TPS untuk menjadi data hitung cepat atau quick count di BPN.

Di sana, Sandiaga sampai sore. Setelah itu tak terlihat lagi batang hidungnya.

Sampai di dua pidato Prabowo Subianto, Sandiaga tidak hadir.

Komentar

Baca Juga

Berita Terkait

Terpopuler

Terkini