Telepon Rizieq di Arab, Prabowo Ingin Umrah dan Sujud Syukur Depan Kakbah

Prabowo menyampaikan akan melangsungkan ibadah umrah dan melakukan sujud syukur di depan kakbah.

Suara.Com
Iwan Supriyatna | Ria Rizki Nirmala Sari
Telepon Rizieq di Arab, Prabowo Ingin Umrah dan Sujud Syukur Depan Kakbah
Prabowo telepon Habib Rizieq Shihab. (Capture Video)

Suara.com - Calon Presiden nomor urut 02 Prabowo Subianto melakukan komunikasi dengan Imam Besar Front Pembela Islam (FPI) Habib Rizieq Shihab. Prabowo menyampaikan akan melangsungkan ibadah umrah dan melakukan sujud syukur di depan kakbah.

Sebuah video menunjukan Prabowo tengah melakukan komunikasi dengan telepon genggam di kediamannya di Jalan Kertanegara, Jakarta Selatan, Kamis (18/4/2019).

Dalam video tersebut Prabowo tampak dikelilingi oleh sejumlah ulama yang mendukungnya. Video tersebut dibenarkan oleh Ketua Persaudaraan Alumni (PA) 212, Slamet Maarif.

"Iya benar," kata Slamet kepada Suara.com, Kamis (18/4/2019).

Dalam komunikasinya bersama Habib Rizieq, Prabowo mengucap syukur atas kemenangannya di Pilpres 2019. Dirinya juga menyebut akan pergi umrah dan melakukan sujud syukur di depan kakbah.

"Alhamdulillah. Ijtima Ulama, terimakasih GNPF. Habis ini saya berangkat umrah. Kita sujud syukur di depan kakbah," ujarnya.

Selain itu Prabowo juga menyampaikan kepada Rizieq soal Masjid Nurul Wathan. Masjid tersebut berada di dalam kawasan Padepokan Garuda Yaksa di Hambalang, Bogor, Jawa Barat.

"Bib, saya baru remikan masjid. Nurul Waton, namanya dari (Adi Hidayat). Alhamdulillah, alhamdulillah," pungkasnya.

Untuk diketahui, Calon Presiden Prabowo Subianto telah mengklaim kemenangannya dengan persentase 62 persen.

Prabowo kemudian melakukan sujud syukur untuk mengungkapkan rasa syukurnya.

Bahkan Prabowo mengklaim hasil itu berdasarkan hitungan real count di ribuan tempat pemungutan suara atau TPS.

Prabowo mengatakan hal itu dengan nada berapi-api dalam pidatonya di depan kediamannya di Kertanegara, Jakarta Selatan, Rabu (17/4/2019). Prabowo didampingi pimpinan partai koalisi dan pendukungnya dari berbagai ormas.

"Ini berdasarkan hitungan real count di angka 62 persen," kata Prabowo.

Baca Juga

Komentar

Berita Terkait

Terpopuler

Terkini