TKD Kalsel Akui Kekalahan Jokowi - Maruf Amin di Provinsi Tersebut

Mardani sendiri mengakui, di Kalsel perolehan suara pasangan capres dan cawapres Jokowi Amin, kalah dibanding Pasangan Capres - Cawapres Nomor Urut 02, Prabowo Sandi.

Suara.Com
Chandra Iswinarno
TKD Kalsel Akui Kekalahan Jokowi - Maruf Amin di Provinsi Tersebut
Anggota TKD Jokowi - Maruf Amin Kalsel Mardani H Maming. [Kanal Kalimantan]

Suara.com - Tim Kampanye Daerah (TKD) Jokowi - Maruf Amin Kalimantan Selatan (Kalsel) mengakui kekalahan pasangan nomor urut 01 tersebut dalam quick count. Hal tersebut disampaikan Anggota TKD Kalimantan Selatan Mardani H Maming yang juga menjabat sebagai Ketua DPD PDI Perjuangan setempat.

Walau pasangan yang diusungnya kalah di Kalsel kalah dalam versi quick count, menurut Mardani, semua pihak harus menunggu hasil perhitungan manual dan keputusan KPU.

"Siapapun nanti yang menjadi pemenang, kita harus hormati. Yang paling penting adalah kita tetap bersaudara. Kita tetap badingsanakan," katanya dilansir dari Kanal Kalimantan - jaringan Suara.com.

Mardani sendiri mengakui, di Kalsel perolehan suara pasangan capres dan cawapres Jokowi – Amin, kalah dibanding pasangan 02, Prabowo – Sandi.

"Hasil ini sama dengan Pilpres 2014 lalu. Ketika itu Pak Jokowi yang berpasangan dengan Jusuf Kalla juga kalah dari Prabowo – Hatta," ungkapnya.

Dikemukakan Mardani, kalah dan menang dalam kontestasi politik seperti pemilu adalah hal biasa. Meski begitu, ia berharap semua pihak bisa menghormati pilihan rakyat.

"Kalah dan menang adalah hal biasa dalam berdemokrasi. Masing-masing pihak tentu berusaha memenangkan jagoannya. Namun ketika rakyat sudah memilih, maka apapun hasilnya kita harus hormati, seperti kami menghormati pilihan rakyat Kalsel yang memenangkan 02 disini," katanya.

Untuk diketahui, hasil quick count sejumlah lembaga survei menempatkan kemenangan telak pasangan Prabowo - Sandi di Kalimantan Selatan (Kalsel) pada Pilpres 2019.

Bahkan, dibandingkan hasil suara Pilpres 2014 silam, terjadi kenaikan suara signifikan. Hasil quick count dari Charta Politika, misalkan, menyebut Prabowo mampu mendongkrak kemenangannya hingga 67,36 persen. Sedangkan, Jokowi justru jeblok di pencapaian 32,64 persen.

Sementara lembaga survei lainnya, seperti Saiful Mujani Reseachh Center (SMRC) mencatat Jokowi hanya memperoleh 37,72 persen, sedangkan Prabowo 62,28 persen.

Indikator juga mencatat, Jokowi meraih 32,22 persen dan 67,78 persen. Sedangkan, Kedai Kopi mencatat Jokowi meraih 35,24 persen, sedangkan Prabowo 64,76 persen.

Komentar

Baca Juga

Berita Terkait

Terpopuler

Terkini