Penghitungan Suara Pemilu di Surabaya Diulang, Ada Kecurangan Terstruktur?

Sebelumnya Bawaslu merekomendasikan penghitungan ulang suara Pemilu 2019 terhadap 8.146 TPS di Kota Surabaya

Suara.Com
Bangun Santoso | Novian Ardiansyah
Penghitungan Suara Pemilu di Surabaya Diulang, Ada Kecurangan Terstruktur?
Ilustrasi simulasi pemungutan suara Pemilu 2019. [Suara.com/Arief Hermawan P]

Suara.com - Koordinator Juru Bicara Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo - Sandiaga, Dahnil Anzar Simanjuntak menanggapi adanya isu penggelembungan suara terkait perhitungan ulang suara Pemilu 2019 di Surabaya, Jawa Timur.

Melalui akun Twitternya @Dahnilanzar, Dahnil menyebutkan bahwa pemungutan suara tersebut cenderung terstruktur, sistematis, dan masif. Meski tidak secara gamblang mengatakan curang, namun tiga kata di atas merupakan kata-kata yang selalu disejajarkan oleh kubu Prabowo - Sandiaga dalam menggaungkan adanya indikasi kecurangan.

"Terstruktur, Sistematik dan Massif," cuit Dahnil menanggapi judul berita yang ia tautkan, seperti dilansir Suara.com, Senin (22/4/2019).

Sebelumnya, Bawaslu menepis adanya isu penggelembungan suara terkait penghitungan ulang suara Pemilu 2019 di Surabaya, Jawa Timur.

Bawaslu menyatakan rekomendasi penghitungan ulang suara Pemilu 2019 terhadap 8.146 Tempat Pemungutan Suara (TPS) di Kota Surabaya murni dari pengawasan pada saat pemungutan dan penghitungan suara di tempat pemungutan suara.

"Jadi, tidak benar kalau itu ada kaitannya dengan laporan dari lima partai politik soal penggelembungan suara ke Bawaslu kemarin (20/4). Ini murni pengawasan kami saat pemungutan, perhitungan suara di TPS serta rekapitulasi hasil penghitungan suara di PPK," kata Hadi Margo, Minggu (21/4/2019) seperti dilansir Kantor Berita Antara.

Komentar

Baca Juga

Berita Terkait

Terpopuler

Terkini