Sebut Tengku Zul Bodohi Ribuan Umat, Gus Nadir: Itu Ngawur, Kakanda Sayang

Gus Nadir menilai, ribuan orang telah ikut-ikutan bodoh karena percaya pada hitungan iseng Tengku Zul.

Suara.Com
Rendy Adrikni Sadikin | Eleonora Padmasta Ekaristi Wijana
Sebut Tengku Zul Bodohi Ribuan Umat, Gus Nadir: Itu Ngawur, Kakanda Sayang
Nadirsyah Hosen alias Gus Nadir. [Facebook]

Suara.com - Rais Syuriah PCNU Australia Nadirsyah Hosen alias Gus Nadir mengkritik Wakil Sekretaris Jenderal Bidang Dakwah dan Pengembangan Masyarakat Majelis Ulama Indonesia (MUI) Tengku Zulkarnain.

Kritik itu berkaitan dengan 'hitungan iseng' hasil pemungutan suara Pilpres 2019 ala Tengku Zul. Pada Sabtu (20/4/2019) kemarin, Tengku Zul membuat hitungan iseng pilpres berdasarkan provinsi dan pulau.

Ia membuat penghitungan itu dengan membandingkan jumlah kemenangan capres nomor urut 01 petahana Joko Widodo (Jokowi) dan 02 Prabowo Subianto di beberapa daerah.

Tanpa menyebutkan hasil akhir penghitungan menurut caranya sendiri, Tengku Zul menyiratkan bahwa kemenangan milik Prabowo.

"Hitungan Iseng:
Jabar+Banten untuk Prabowo, Jatim+Jateng, Jokowi menang, hasil seri.
NTB untuk 02, Bali 01, hasil seri.
Sulsel untuk 02, NTT untuk 01, hasil seri.
Maluku dan Maluku Utara, seri.
Sultra untuk 02, Papua, Papua Barat untuk 01, hasil seri.
Sisa Sulawesi+Sumatera 02.
SIAPA MENANG?" kicau @ustadtengkuzul.

Gus Nadir menilai hitungan iseng Tengku Zul tersebut sembarangan. Selain itu, Tengku Zul juga disebutnya telah membodohi banyak orang.

Ia menjelaskan, jumlah pemilih di setiap daerah berbeda, sehingga tidak bisa dibandingkan berdasarkan perkiraan dari setiap provinsi atau pulau, seperti yang dijabarkan Tengku Zul.

Dosen Monash University di Australia ini pun mengimbau Tengku Zul supaya tidak membodohi banyak orang.

Menurut Gus Nadir, ribuan orang telah menjadi bodoh karena setuju pada Tengku Zul, dengan me-retweet kicauannya.

"Kakanda @ustadtengkuzul janganlah membodohi umat dengan hitungan ngawur semacam ini. Tiap daerah jumlah pemilihnya berbeda. Pemilu ini hitungan per kepala. Delapan ribu orang yang klik like dan dua ribu yang RT sudah ikut-ikutan bodoh jadinya. Berbeda boleh, bodoh-bodohi umat janganlah, Kakanda sayang," ungkap Gus Nadir di Twitter, Senin (22/4/2019).

Komentar

Baca Juga

Berita Terkait

Terpopuler

Terkini