Rizieq Tuduh Luhut dan Hendropriyono Curangi Pilres: Kalian Akan Tenggelam

"Jadi di sini saya ingin ingatkan betul dengan Pak Luhut Binsar Panjaitan, Pak Hendropriyono yang merupakan aktor-aktor intelektual

Suara.Com
Reza Gunadha | Novian Ardiansyah
Rizieq Tuduh Luhut dan Hendropriyono Curangi Pilres: Kalian Akan Tenggelam
Habib Rizieq Shihab. [YouTube/Front TV]

Suara.com - Habib Riqieq ke Luhut dan Hendropriyono: Jangan Curang, Anda Akan Tenggelam

Pentolan FPI Muhammad Rizieq Shihab menuding ada indikasi kecurangan pada Pilpres 2014, yang coba dilakukan ulang pada Pilpres 2019. Ia bahkan mengyebut sejumlah tokoh yang diduga menjadi dalang dari kecurangan tersebut.

Secara gamblang, Rizieq menyebutkan dua nama yang ditudingnya menjadi aktor kecurangan pilpres baik 2014 maupin 2019. Dua nama tersebut yakni Menko Bidang Kemaritiman Luhut Binsar Panjaitan dan mantan Kepala BIN Hendropriyono.

Kepada keduanya, Rizieq mengingatkan agar Luhut dan Hendropriyono jangan mencoba-coba kembali membawa kecurangan tahun 2014 ke Pilpres 2019.

"Jadi di sini saya ingin ingatkan betul dengan Pak Luhut Binsar Panjaitan, Pak Hendropriyono yang merupakan aktor-aktor intelektual, berada di balik yaitu kemenangan Jokowi di tahun 2014, yang terlibat langsung  dalam kecurangan di tahun 2014. Anda lupa bahwa tahun 2019 ini berbeda dengan tahun 2014," tutur Rizieq dalam kanal Front TV di YouTube seperti dikutip Suara.com, Senin (22/4/2019).

Menurut Rizieq, kalau Luhut dan Hendropriyono mengulangi kecurangan seperti yang ia tuduhkan, maka keduanya akan berhadapan dengan rakyat.

Sebab, kata Rizieq, saat ini rakyat memiliki semangat untuk berdaulat dalam melawan kecurangan.

"Jadi sulit, sulit rezim zalim, rezim curang ingin menghadapi kedaulatan rakyat, maka Anda akan tenggelam," ucap Rizieq.

Sebelumnya, Habib Rizieq menyatakan rentetan kecurangan yang ditemukan sepanjang pelaksanaan Pemilu maupun Pilpres 2019 ini sejatinya merupakan bentuk pengulangan kecurangan Pilpres 2014.

Hanya, kata Rizieq, pada 2014 kecurangan-kecurangan yang persis dilakukan pada 2019 ini tidak terekspose, khususnya pada lini media sosial.

"Saya ulangi sekali lagi, bahwa kecurangan yang terjadi di tahun 2019 sebetulnya hanya merupakan pengulangan dari kecurangan 2014. Hanya bedanya saat itu belum terekspose, karena kita belum masuk yaitu ke era euforia medsos seperti di 2019 ini," ujar Rizieq.

Komentar

Baca Juga

Berita Terkait

Terpopuler

Terkini