TKN Jokowi: 230 Petugas KPPS yang Gugur di Pemilu Mati Syahid

Maman minta pada Pemerintah berikan santunan dan perhatian kepada keluarga petugas KPPS yang meninggal dunia.

Suara.Com
Dwi Bowo Raharjo
TKN Jokowi: 230 Petugas KPPS yang Gugur di Pemilu Mati Syahid
Wasekjen Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), Maman Imanulhaq. (Suara.com/Yosea Arga Pramudita)

Suara.com - Direktur Relawan Tim Kampanye Nasional (TKN) Jokowi - Maruf Amin, Maman Imanulhaq menyebut ratusan petugas Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS) yang meninggal dunia karena mengawal demokrasi sebagai syahid yang dijamin masuk surga.

"Mereka yang meninggal itu syahid, karena berjuang dengan keras dan ikhlas mengawal demokrasi agar berjalan aman, transparan, serta adil," kata Maman seperti diberitakan Antara, Jumat (26/4/2019).

Maman menerangkan, petugas KPPS hanya menginginkan proses yang baik di Pemilu 2019. Sehingga menghasilkan pemimpin dan wakil rakyat yang dapat mewujudkan kesejahteraan serta keadilan bagi masyarakat.

Terkait banyaknya korban di Pemilu 2019, Maman sebagai timses Jokowi - Maruf Amin merasa prihatin.

"Kami sangat prihatin dan mendoakan agar mereka dapat rahmat dan maghfirah Allah. Dengan adanya 1.695 petugas KPPS yang terkena musibah adalah jumlah yang sangat besar," kata dia.

Politikus PKB itu juga mendorong agar Pemerintah memberi santunan dan perhatian kepada keluarga petugas KPPS yang meninggal dunia maupun yang tengah menjalani perawatan di RS.

Petugas KPPS yang meninggal maupun sakit kata Maman, sebagian besar disebabkan karena kelelahan dan kecelakaan saat bertugas di Pemilu 2019.

KPU berencana memberikan santunan kepada keluarga KPPS yang meninggal dunia dan anggota yang sakit.

Sebelumnya Komisioner KPU Viryan Aziz mengatakan berdasrkan data terbaru Jumat pukul 12.00 WIB sebanyak 230 orang petugas KPPS dikabarkan meninggal dunia dan 1.671 orang sakit.

"Wafat 230, sakit 1.671. Total 1.901 tertimpa musibah," tutur Viryan.

Komentar

Baca Juga

Berita Terkait

Terpopuler

Terkini