MCM Indonesia: Ijtimak Ulama III Pemecah Bangsa dan Inkonstitusional!

Ketua Umum MCM Wishnu Dewanto mengatakan hasil Ijtimak Ulama III terindikasi syarat dengan kepentingan politik yang dapat memecah persatuan bangsa.

Suara.Com
Agung Sandy Lesmana | Stephanus Aranditio
MCM Indonesia: Ijtimak Ulama III Pemecah Bangsa dan Inkonstitusional!
Masyarakat Cinta Masjid Indonesia menolak hasil Itjimak Ulama III. (Suara.com/Tio).

Suara.com - Masyarakat Cinta Masjid Indonesia (MCM Indonesia) menggelar acara Musyawarah Alim Ulama dengan tema Cinta Damai Indonesia di Hotel Sari Pasific, Jakarta Pusat, Minggu (5/5/2019). Mereka menolak hasil Ijtimak Ulama III.

Ketua Umum MCM Wishnu Dewanto mengatakan hasil Ijtimak Ulama III terindikasi syarat dengan kepentingan politik yang dapat memecah persatuan bangsa.

"Menolak upaya politisasi dan penyalahgunaan dari arti Ijtimak Ulama untuk kepentingan politik praktis yang dapat memecah belah Ukhuwah Islamiah dan persatuan bangsa serta membangun upaya-upaya yang inkonstitusional terhadap Ideologi Pancasila dan Undang-Undang Dasar 1945," kata Wishnu Dewanto dalam jumpa pers di Hotel Sari Pasific.

MCM  Indonesia juga mengajak para ulama yang tergabung dalam Ijitima Ulama III menjadi suri tauladan, bukan menggunakan dalil-dalil agama untuk menyesatkan akal umat.

Ijtima Ulama III saat mengeluarkan rekomendasi dari pertemuan di Hotel Lor In. (Suara.com/Novian)
Ijtimak Ulama III saat mengeluarkan rekomendasi dari pertemuan di Hotel Lor In. (Suara.com/Novian).

"Mengajak para Alim Ulama yang tidak arif bijaksana dan yang tidak menggunakan Quran dan Sunnah sebagai sumber cara berfikir dan berbicara serta tidak menjadikan Rasulullah SAW sebagai suri tauladan utama, untuk kembali ke jalan yang benar dan bersama-sama untuk membangun Indonesia," jelasnya.

Sebelumnya diberitakan, Ijtimak Ulama III, yang digelar di Sentul, Jawa Barat, Rabu (1/5/2019), menyimpulkan terdapat kecurangan yang bersifat terstruktur, sistematis, dan massif pada pelaksanaan Pemilu 2019.

Ijtima Ulama III juga mendesak agar Bawaslu dan KPU mendiskualifikasi atau membatalkan Capres Cawapres Jokowi – Maruf Amin kepesertaan dalam Pilpres 2019.

Baca Juga

Komentar

Berita Terkait

Terpopuler

Terkini