Kena Gusuran, Menteri PUPR Kemungkinan Akan Pindah ke Daerah Ini

Menteri PUPR Basuki Hadimuljono mengaku lebih menyukai tinggal di Bekasi, dibanding Jakarta. Menurut dia, besaran PBB Bekasi tidak sebesar di Jakarta.

Suara.Com
Chandra Iswinarno | Ummi Hadyah Saleh
Kena Gusuran, Menteri PUPR Kemungkinan Akan Pindah ke Daerah Ini
Menteri PUPR Basuki Hadimuljono. (Dokumentasi: KemenPUPR)

Suara.com - Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Basuki Hadimuljono mengaku sudah memiliki rencana untuk pindah ke kawasan Kemang Pratama, Bekasi, Jawa Barat.

Sebab dirinya memiliki tanah di kawasan Kemang Pratama yang dibelinya saat terjadi krisis moneter 1998 silam.

"Saya punya tanah di Kemang Pratama. Dulu tahun '98, waktu krisis saya beli di sana. Ada diskon 50 persen," ujar Basuki di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Kamis (16/5/2019).

Pernyataan Basuki menyusul rumahnya yang menjadi target penggusuran untuk proyek pembangunan jalan tol Becak Kayu (Bekasi-Cawang-Kampung Melayu). Karena itu kemungkinan jika rumahnya digusur, dirinya akan pindah ke Bekasi. Basuki pun berencana membangun rumah dari tanah yang dimilikinya di Kemang Pratama.

"Sekarang alhamdulillah bisa, mau kita bangun. Tapi ini belum kita bangun," kata dia.

Kata Basuki, dirinya lebih menyukai tinggal di Bekasi, dibanding Jakarta. Menurut dia, besaran PBB nya tidak sebesar di Jakarta.

"Mana bisa kuat. Generasi kita ini ga feasible (buat punya di Jakarta). Nggak mungkin. Bayar pajaknya saja berapa," kata dia.

Tak hanya itu, Basuki menuturkan rumahnya yang berada di dekat Kalimalang hanya berjarak 15 meter dari saluran Kalimalang. Adapun Right of Way yang dibutuhkan untuk pembangunan tol proyek Becakayu adalah sepanjang 24,7 meter.

"Ini rumahnya Menteri PU, ini jalurnya Becakayu, ini hanya berjarak 15 meter saja dari saluran Kalimalang, tapi ini butuh Right of Way (jarak bangunan yang berdiri di pinggir jalan) 24,7 meter, jadi kena ini yang kuning," kata Basuki sambil menunjukan peta tol Becakayu yang didapatnya.

Kendati demikian, ia mengaku belum mengetahui besaran ganti rugi yang didapat. Pasalnya kata dia, saat ini masih dalam sosialisasi. Karena itu besaran ganti rugi yang didapat karena menjadi target gusuran harus sama.

"Belum tahu. Harus sama dong. Kalau nggak diprotes saya," tandasnya.

Komentar

Baca Juga

Berita Terkait

Terpopuler

Terkini