Jadi Lokasi Pidato Kemenangan Jokowi, Ini Sejarah Kampung Deret

Kampung Deret yang menjadi lokasi pidato kemenangan Jokowi-Maruf ternyata menyimpan sejarah panjang

Suara.Com
Reza Gunadha | Chyntia Sami Bhayangkara
Jadi Lokasi Pidato Kemenangan Jokowi, Ini Sejarah Kampung Deret
Sejumlah warga beraktivitas di Kampung Deret Petogogan, Jakarta, Rabu (13/7). [Suara.com/Kurniawan Mas'ud]

Suara.com - Capres nomor urut 01 Jokowi menggelar pidato kemenangan, setelah KPU secara resmi mengumumkan hasil rekapitulasi perolehan suara Pilpres 2019, Selasa (21/5/2019) dini hari.

Selasa siang, Jokowi bersama Cawapres Maruf Amin memilih Kampung Deret, Kelurahan Tanah Tinggi I, Johar Baru, Jakarta Pusat sebagai tempat bersejarah pidato kemenangannya digelar.

Sebelum pidato kemenangan digelar, Jokowi sempat berkeliling ke permukiman warga di Kampung Deret.

Capres petahana Joko Widodo bertemu warga Kampung Deret, Tanah Tinggi, Johar Baru, Jakarta pusat, Selasa (21/5). [Suara.com/Ummy Hadyah Saleh]
Capres petahana Joko Widodo bertemu warga Kampung Deret, Tanah Tinggi, Johar Baru, Jakarta pusat, Selasa (21/5). [Suara.com/Ummy Hadyah Saleh]

Dengan mengenakan kemeja putih lengan panjang, Jokowi menyapa masyarakat Kampung Deret yang sudah menantinya di depan rumah.

Banyak masyarakat Kampung Deret yang menginginkan agar Program Kampung Deret yang sempat dicanangkan kembali dilanjutkan.

Jokowi menyanggupinya. Ia memastikan untuk meminta izin kepada Gubernur DKI jakarta Anies Rasyid Baswedan.

Program Unggulan Jokowi-Ahok di Pilkada DKI 2012

Nama Kampung Deret sendiri sebenarnya bukan hanya menjadi julukan satu lokasi. Ada beberapa tempat di Jakarta yang dijuluki sebagai Kampung Deret, di antaranya RW2 Cipinang Besar Selatan - Jatinegara, RW4 Cilincing - Koja, RW1 Tanah Tinggi - Johar Baru, dan RW5 Petogogan - Kebayoran Baru.

Kampung Deret sendiri adalah nama program andalan Jokowi - Ahok pada Pilkada DKI Jakarta 2012 silam.

Saat itu, Jokowi menjanjikan untuk melakukan penataan terhadap permukiman kumuh di Jakarta tanpa harus menggusurnya.

Capres petahana Joko Widodo bertemu warga Kampung Deret, Tanah Tinggi, Johar Baru, Jakarta pusat, Selasa (21/5). [Suara.com/Ummy Hadyah Saleh]
Capres petahana Joko Widodo bertemu warga Kampung Deret, Tanah Tinggi, Johar Baru, Jakarta pusat, Selasa (21/5). [Suara.com/Ummy Hadyah Saleh]

Rencananya, ada 350 kampung yang akan ditata menjadi Kampung Deret. Proses pembangunan yang dilakukan bertahap mulai 2013 ini mengusung 10 konsep berbeda.

Sepuluh konsep itu yakni Kampung Protein di Tegalparang; Kampung Stasiun di Bukit Duri; Kampung Herbal dan Kampung Platform di Manggarai, Jakarta Selatan; Kampung Shopping di Poncol, Jakarta Selatan; dan Kampung Ikan di Penjaringan, Jakarta Utara.

Kemudian, Kampung Kampus di Tomang, Jakarta Barat; Kampung Backpacker di Kebon Sirih, Jakarta Pusat; Kampung Tekstil di Kebon Kacang, Tanah Abang; serta Kampung CBD di Karet.

Penataan Tak Sesuai Janji

Setelah Jokowi dilantik menjadi Gubernur DKI Jakarta, proses penataan benar dilakukan. Namun, penataan yang rampung pada akhir 2014 itu tak sesuai dengan janji awal.

Penataan hanya berupa renovasi ulang rumah-rumah dengan menambahkan sentuhan Betawi di bagian atap, tidak sesuai dengan konsep yang telah dicanangkan sebelumnya.

Sejak pembangunan 2014 itu, penataan Kampung Deret pun tak dilanjutkan. Sementara Jokowi mengundurkan diri sebagai Gubernur DKI dan maju sebagai capres di Pilpres 2014.

Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok kala itu menegaskan penataan Kampung Deret tak bisa dilanjutkan.

Basuki Tjahaja Purnama (Ahok)  [suara.com/Bowo Raharjo]
Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) [suara.com/Bowo Raharjo]

Pasalnya, setelah dilakukan lebih lanjut, ada banyak rumah-rumah warga di Kampung Deret yang menempati tanah milik negara.

Ahok berdalih, pada Pilkada 2012 ia dan Jokowi belum mengetahui bila rumah-rumah warga tersebut didirikan di atas lahan hijau milik negara.

Janji Dilanjutkan Anies-Sandi

Pada Pilkada 2017, Anies Baswedan - Sandiaga Uno berjanji melanjutkan pembangunan Kampung Deret. Ia memastikan program Kampung Deret yang mangkrak pada era Jokowi - Ahok akan diperbaiki.

"Jadi rencana yang sudah dijanjikan belum dilaksanakan kami laksanakan. Jika kami dapat tugas, kami berencana menciptakan kesejahteraan warga Jakarta," ujar Anies Baswedan saat kampanye di Kampung Deret Johar Baru, jakarta Pusat, Minggu (12/3/2019).

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan dan wakilnya Sandiaga Uno menghadiri Rapat Paripurna HUT ke-491 Kota Jakarta. (Suara.com/Dwi Bowo Raharjo)
Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan dan wakilnya Sandiaga Uno menghadiri Rapat Paripurna HUT ke-491 Kota Jakarta. (Suara.com/Dwi Bowo Raharjo)

Senada dengan Anies Baswedan, Sandiaga Uno juga memastikan Kampung Deret dilanjutkan. Menurutnya Kampung Petogogan dan Tambora, jakarta Barat cocok dijadikan Kampung Deret.

Meski demikian, hingga Anies Baswedan dilantik sebagai Gubernur DKI Jakarta dan Sandiaga Uno mengundurkan diri sebagai Wakil Gubernur DKI Jakarta dan melaju ke Pilpres 2019, Program Kampung Deret yang dijanjikan belum juga dilanjutkan.

Baca Juga

Komentar

Berita Terkait

Terpopuler

Terkini