Bertaruh Nyawa, Petugas PPSU Bersihkan Sampah Kerusuhan di Jakarta

"Sudah sering yang 212 juga sering di sini kan mau enggak mau kita bersihin sudah tugasnya kan," singkat Saiful.

Suara.Com
Agung Sandy Lesmana | Yosea Arga Pramudita
Bertaruh Nyawa, Petugas PPSU Bersihkan Sampah Kerusuhan di Jakarta
Koordinator PPSU Cideng, Saiful. (Suara.com/Arga).

Suara.com - Petugas Penanganan Prasarana dan Sarana Umum (PPSU) Kelurahan Cideng, Jakarta Pusat turut membereskan sampah imbas bentrokan pendemo dan aparat keamanan yang terjadi di dekat Mapolsek Gambir, Jakarta Pusat, Rabu (22/5/2019).

Dengan seragam oranye kebanggannya, mereka bertaruh nyawa nekat membersihkan jalanan dari sampah-sampah kerusuhan buntut dari aksi demonstrasi di Bawaslu RI pada Selasa (21/5/2019) malam. 

Koordinator PPSU Cideng, Saiful menyebut, sebanyak 63 personel terjun ke lokasi. Dengan jumlah tersebut, mereka berbagi tugas dalam 3 sesi.

Koordinator PPSU Cideng, Saiful. (Suara.com/Arga).
Koordinator PPSU Cideng, Saiful. (Suara.com/Arga).

"Ada 63 personil dibagi tiga shift. Dari jam 3 subuh saya sudah standby di sini untuk bersih-bersih," ujarnya di lokasi.

Bentrokan antara massa aksi dan petugas keamanan bukan jadi tembok penghalang bagi petugas PPSU. Pasalnya, bentrok kerap pecah dalam tempo yang singkat.

Petugas menembakan gas air mata saat membubarkan massa yang masih bertahan di depan kantor Bawaslu di kawasan Thamrin, Jakarta, Selasa (21/5). [ANTARA FOTO/Muhammad Adimaja]
Petugas menembakan gas air mata saat membubarkan massa yang masih bertahan di depan kantor Bawaslu di kawasan Thamrin, Jakarta, Selasa (21/5). [ANTARA FOTO/Muhammad Adimaja]

"Kalau ramai, sementara kita menghindar ya ka. Untuk menghindari,setelah itu kita semua kembali bersih bersih," tambahnya.

Massa melakukan perlawanan ke arah petugas di depan kantor Bawaslu di kawasan Thamrin, Jakarta, Selasa (21/5). [ANTARA FOTO/Muhammad Adimaja]
Massa melakukan perlawanan ke arah petugas di depan kantor Bawaslu di kawasan Thamrin, Jakarta, Selasa (21/5). [ANTARA FOTO/Muhammad Adimaja]

Ayah tiga anak tersebut mengaku telah bekerja sebagai petugas PPSU sejak 2014. Ia juga kerap bertugas saat keadaan genting seperti aksi 212 beberapa waktu lalu.

"Sudah sering yang 212 juga sering di sini kan mau enggak mau kita bersihin sudah tugasnya kan," singkat Saiful.

Komentar

Baca Juga

Berita Terkait

Terpopuler

Terkini