Fadli Zon Sebut 140 Korban Bentrok Aksi 22 Mei di RSUD Tarakan Boleh Pulang

Dari keterangan pihak RS, kata Fadli, setidaknya ada 161 korban bentrok yang sudah dibawa ke RS tersebut untuk mendapatkan penanganan.

Suara.Com
Chandra Iswinarno
Fadli Zon Sebut 140 Korban Bentrok Aksi 22 Mei di RSUD Tarakan Boleh Pulang
Wakil Ketua DPR Fadli Zon memberikan keterangan pers usai menjenguk korban bentrok aksi 22 Mei di RSUD Tarakan, Jakarta pada Rabu (22/5/2019). [Antara]

Suara.com - Sebanyak 140 korban bentrok massa dengan aparat kemanan di Jalan Thamrin dan Kawasan Petamburan Jakarta yang dirawat di RSUD Tarakan diperbolehkan pulang.

Pernyataan tersebut disampaikan Wakil Ketua DPR RI Fadli Zon usai menjenguk korban bentrok yang dirawat di RSUD Tarakan, Jakarta, Rabu (22/5/2019) malam.

"Saya datang untuk mengecek bagaimana keadaan korban-korban dari peristiwa dan insiden yang terjadi di Bawaslu," kata Fadli seperti dilansir Antara.

Wakil Ketua Umum Partai Gerindra tersebut datang ditemani Wakil Ketua Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo - Sandiaga, Neno Warisman sekitar pukul 22.30 WIB, dan langsung masuk ke dalam ruang Instalasi Gawat Darurat (IGD).

Dari keterangan pihak RS, kata Fadli, setidaknya ada 161 korban bentrok yang sudah dibawa ke RS tersebut untuk mendapatkan penanganan.

"Ada dua orang yang meninggal. Itu tadi pagi, bernama Adam (17) dan Widianto (18). Kemudian, ada 17 orang yang dirawat inap, perlu perhatian khusus. Yang 140 orang sudah pulang," jelasnya.

Menurutnya, kedatangannya ke RSUD Tarakan itu merupakan bagian dari tugas pengawasan DPR untuk pendataan jumlah korban bentrok tersebut.

"Ini baru di RS ini saja yang saya datangin. Mungkin besok-besok akan dilihat dan juga di beberapa RS lain dari pendataan yang ada," ujarnya.

Sebagian besar korban bentrok yang dilarikan ke RSUD Tarakan, kata dia, terkena gas air mata, tetapi ada pula yang mengalami patah tulang.

"Saya sangat prihatin terhadap kejadian ini, terutama begitu banyak berjatuhan korban. Seharusnya aparat bisa lebih profesional, bisa lebih persuasif di dalam menangani unjuk rasa yang memang dilindungi oleh UU," kata Fadli. (Antara)

Komentar

Baca Juga

Berita Terkait

Terpopuler

Terkini