Janes, Sosok Inspiratif di Balik Kerusuhan 22 Mei, Pungut Sampah Pendemo

Petugas dari kebersihan juga dikerahkan di berbagai wilayah itu untuk mengatasi sampah yang berserakan.

Suara.Com
Pebriansyah Ariefana | Fakhri Fuadi Muflih
Janes, Sosok Inspiratif di Balik Kerusuhan 22 Mei, Pungut Sampah Pendemo
Janes, pria 45 tahun ini sedang membantu petugas Suku Dinas Lingkungan Hidup Kecamatan Palmerah. (Suara.com/Fakhri)

Suara.com - Pasca kerusuhan 22 Mei di kantor Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) dan daerah sekitarnya meninggalkan tumpukan sampah di jalanan. Sampah-sampah tersebut diantaranya terdiri dari kayu, barang olahan plastik, spanduk, beling, batu, hingga barang-barang yang sudah hangus terbakar.

Petugas dari kebersihan juga dikerahkan di berbagai wilayah itu untuk mengatasi sampah yang berserakan. Namun ada juga warga yang merasa empati melihat tumpukan sampah yang begitu banyak.

Salah satunya adalah Janes, pria 45 tahun ini sedang membantu petugas Suku Dinas Lingkungan Hidup Kecamatan Palmerah. Saat ditemui Suara.com, ia sedang membersihkan jalanan di jembatan layang Slipi, Kamis (23/5/2019) siang.

Janes, pria 45 tahun ini sedang membantu petugas Suku Dinas Lingkungan Hidup Kecamatan Palmerah. (Suara.com/Fakhri)
Janes, pria 45 tahun ini sedang membantu petugas Suku Dinas Lingkungan Hidup Kecamatan Palmerah. (Suara.com/Fakhri)

Janes membantu mengumpulkan sampah yang telah dikumpulkan petugas ke dalam karung. Setelah itu Janes mengangkat karung yang telah penuh sampah ke mobil pengangkut sampah.

Janes mengaku melakukan hal tersebut atas inisiatifnya sendiri. Ia tergerak untuk membantu petugas karena merasa memiliki rasa solidaritas.

"Kita kan tergerak saja ya kita saling bantu saling jaga. Kayak gini kan kita ada solidaritas juga," ujar Janes di jalan layang Slipi, Jakarta Barat, Kamis (23/5/2019).

Kesehariannya, pria tiga anak ini bekerja sebagai pedagang di Rawa Belong. Janes mengaku biasa membuka warungnya ketika malam hari. Karena masih siang, ia dari rumahnya di Palmerah sudah berniat untuk membantu membersihkan jalan.

Janes, pria 45 tahun ini sedang membantu petugas Suku Dinas Lingkungan Hidup Kecamatan Palmerah. (Suara.com/Fakhri)
Janes, pria 45 tahun ini sedang membantu petugas Suku Dinas Lingkungan Hidup Kecamatan Palmerah. (Suara.com/Fakhri)

"Emang udah dari runah sudah tekad pengen bantuin, saya mau ke Bawaslu nih niatnya," jelas Janes

Sebelumnya telah terjadi kerusuhan di sekitar kantor Bawaslu pada Rabu (23/5/2019) malam. Awalnya massa yang mengatasnamakan Gerakan Nasional Kedaulatan Rakyat (GNKR) melakukan aksi untuk menolak hasil Pemilu 2019.

Massa GNKR tersebut menyampaikan orasi-orasi mengenai kecurangan Pemilu. Lalu mereka juga melakukan sholat Maghrib, buka puasa bersama, sholat Isya hingga sholat tarawih berjamaah.

Usai sholat tarawih justru terdapat massa provokator yang menolak untuk dibubarkan. Mereka menyerang Kepolisian dan akhirnya terjadi kerusuhan di sejumlah tempat.

Massa rusuh tersebut melakukan pengrusakan, menyerang Kepolisian dan melakukan pembakaran berbagai macam barang. Ada juga pos polisi hingga fasilitas umum lainnya yang ikut dirusak massa tersebut.

Komentar

Baca Juga

Berita Terkait

Terpopuler

Terkini