Menangis, Theresa May Umumkan Mundur dari Jabatan Perdana Menteri Inggris

Pada 2016, kami memberi pilihan kepada rakyat Inggris. Berbeda dengan prediksi, rakyat Inggris memilih untuk meninggalkan Uni Eropa.

Suara.Com
Reza Gunadha
Menangis, Theresa May Umumkan Mundur dari Jabatan Perdana Menteri Inggris
Perdana Menteri Inggris Theresa May. (AFP)

Suara.com - Theresa May menyatakan mundur sebagai pemimpin Partai Konservatif, sehingga secara otomatis juga mengundurkan diri dari jabatan Perdana Menteri Inggris, Jumat (24/5/2019).

Pernyataan Theresa May itu, seperti dikutip dari Reuters, memicu persaingan perdana menteri baru yang harus berusaha memecahkan kebuntuan atas keluarnya Inggris dari Uni Eropa.

Berikut pernyataan tertulis yang May sampaikan di depan kediaman resminya, Downing Street, pusat Kota London, sembari menangis:

Sejak pertama kali saya melangkahkan kaki di pintu belakang, saya sebagai perdana menteri, saya telah berupaya menjadikan Inggris sebagai sebuah negara yang tidak hanya bekerja untuk segelintir orang istimewa saja, melainkan untuk semua orang.

Dan untuk menghormati hasil referendum Uni Eropa. Pada 2016, kami memberi pilihan kepada rakyat Inggris. Berbeda dengan prediksi, rakyat Inggris memilih untuk meninggalkan Uni Eropa.

Hari ini saya yakin sama seperti yang saya lakukan tiga tahun lalu, bahwa dalam sebuah demokrasi, jika Anda memberikan pilihan kepada rakyat Anda harus menjalankan apa yang mereka putuskan. Saya sudah melakukan yang terbaik untuk itu.

Saya merundingkan persyaratan Brexit dan hubungan baru dengan tetangga terdekat kami yang melindungi pekerjaan dan keamanan kami serta Uni.

Saya telah melakukan semua semampu saya untuk meyakinkan Anggota Parlemen agar mendukung kesepakatan itu. Sayangnya, saya belum berhasil melakukannya. Saya sudah mencoba sebanyak tiga kali. Saya yakin benar untuk bertahan, bahkan saat peluang untuk sukses semakin kecil.

Komentar

Baca Juga

Berita Terkait

Terpopuler

Terkini