Said Agil Al Munawar Jadi Imam dan Khotib Salat Ied Masjid Istiqlal Besok

Said menjabat sebagai Menteri Agama pada Kabinet Gotong Royong (2001-2004).

Suara.Com
Pebriansyah Ariefana | Muslimin Trisyuliono
Said Agil Al Munawar Jadi Imam dan Khotib Salat Ied Masjid Istiqlal Besok
Masjid Istiqlal Jakarta. (Suara.com/Yosafat)

Suara.com - Mantan Menteri Agama Said Agil Husin Al Munawar akan menjadi imam dan khotib salat Idul Fitri 1440 H di Masjid Istiqlal, Rabu (5/6/2019) besok. Persiapan salat Ied di Masjid Istiqlal sudah siap 100 persen.

Kepala Humas dan Protokol Masjid Istiqlal, Abu Hurairah Abdul Salam mengatakan untuk pelaksanaan salat Ied berbeda dengan tahun sebelumnya. Untuk tahun ini imam dan khotib menjadi satu yang akan dipimpin oleh Said Agil Husin Al Munawar.

"Imam sekaligus khotib Prof Dr. H Said Agil Husin Al Munawar mantan Menteri Agama," ujar Abu Hurairah Abdul Salam saat ditemui Suara.com, Selasa (4/6/2019).

Abu Hurairah menambahkan untuk tema yang diambil untuk pelaksanaan salat Ied yaitu "Idul Fitri Menebar Maaf Membangun Kebersamaan".

"Menebar maaf hakikat lebaran Idul Fitri membangun kebersamaan selama ini tahun ini dipisahkan dengan Pilpres dan pilihan Legislatif setelah selesai kita mari bersama-sama kembali," tuturnya.

Nantinya, salat Ied akan dimulai besok pada pukul 07.00 WIB. Serta pengecekan terakhir kesiapan akan dilakukan hari ini pada pukul 13.00 WIB.

"Hari ini kita lakukan cek yang terakhir bersama instansi terkait pengamanan dan sebegainya pada pukul 13.00 WIB," terangnya.

Said Agil Husin Al Munawar lahir di Palembang, Sumatra Selatan, 26 Januari 1954. Saat ini dia seorang pengajar. Said menjabat sebagai Menteri Agama pada Kabinet Gotong Royong (2001-2004). Sekarang ia adalah dosen di UIN Syarif Hidayatullah, Jakarta.

Pada 7 Februari 2006, Said Agil Husin Al Munawar divonis hukuman 5 tahun penjara oleh Pengadilan Negeri Jakarta Pusat karena dinyatakan terbukti melakukan korupsi dana Biaya Penyelenggaraan Ibadah Haji (BPIH) dan Dana Abadi Umat (DAU) pada tahun 2002-2004. Penyelewengan BPIH Munawar mencapai Rp 35,7 miliar, sedangkan DAU yang diselewengkan berjumlah Rp 240,22 miliar.

Baca Juga

Komentar

Berita Terkait

Terpopuler

Terkini