Dituding Khianati Prabowo, Demokrat: Kami Bukan Partai Murahan!

Jansen Sitindaon memastikan bila partainya bukanlah partai murahan

Suara.Com
Rendy Adrikni Sadikin | Chyntia Sami Bhayangkara
Dituding Khianati Prabowo, Demokrat: Kami Bukan Partai Murahan!
Jansen Sitindaon dan Andre Rosiade (Youtube/ TVOne)

Suara.com - Ketua DPP Partai Demokrat Jansen Sitindaon tampak geram saat Juru Bicara Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandi Andre Rosiade menuding Partai Demokrat menyeberang ke koalisi Jokowi-Maruf. Jansen Sitindaon memastikan bila partainya bukanlah partai murahan.

Hal tersebut diungkapkan oleh Jansen Sitindaon dalam acara Kabar Petang yang disiarkan TVOne, Senin (10/6/2019). Awalnya, Andre Rosiade membeberkan awal mula munculnya asumsi Partai Demokrat tak lagi setia dalam koalisi.

Semua kecurigaan berawal dari pertemuan Agus Harimurti Yudhoyono dengan Presiden Joko Widodo di Istana Kepresidenan beberapa waktu lalu. Sejak pertemuan itu, muncul pernyataan-pernyataan dari elit Partai Demokrat yang mengisyaratkan perpecahan.

"Proses pemilu belum selesai, pleno KPU belum selesai tapi setelah pertemuan Mas AHY dan Jokowi yang katanya pribadi yang kami hormati itu mulailah pernyataan-pernyataan bersayap," kata Andre Rosiade seperti dikutip Suara.com, Kamis (13/6/2019).

Pernyataan Andre Rosiade itu langsung dibantah oleh Jansen Sitindaon. Jansen Sitindaon menegaskan bila partainya memiliki pendirian yang kuat.

"Kami Partai Demokrat dituduh. Partai Demokrat sudah nyeberang ke 01 katanya, terlalu jauh pikiran teman-teman itu. Partai Demokrat jangan kalian pikirkan partai murahan," ujar Jansen Sitindaon.

Lebih lanjut, Jansen Sitindaon membandingkan pertemuan antara AHY dan Jokowi yang dilakukan secara terbuka dengan pertemuan antara Prabowo Subianto dengan Wakil Presiden Jusuf Kalla yang dilakukan secara sembunyi-sembunyi.

"Mas AHY itu datang lewat pintu depan, keluar juga lewat pintu depan dan itu memang pertemuan yang terbuka untuk publik. Jadi bukan pertemuan diam-diam seperti pertemuan Pak Prabowo dengan Pak JK misalnya yang sesudah selesai bertemu baru kita tahu," ungkap Jansen Sitindaon.

Jansen Sitindaon tampak begitu berapi-api saat memberikan komentar. Mendengar penjelasan dari Jansen Sitindaon, Andre Rosiade hanya tersenyum.

Baca Juga

Komentar

Berita Terkait

Terpopuler

Terkini