Polda Klaim Tak Bekali Petugas Peluru Tajam saat Jaga MK Besok

"Dalam setiap pengamanan tidak bawa peluru tajam," kata Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Argo Yuwono saat dikonfirmasi wartawan, Kamis (14/6/2019) malam.

Suara.Com
Agung Sandy Lesmana | Yosea Arga Pramudita
Polda Klaim Tak Bekali Petugas Peluru Tajam saat Jaga MK Besok
Polisi berjaga di depan Gedung Mahkamah Konstitusi (MK), Jakarta, Selasa (11/6/2019). [Antara/Rivan Awal Lingga]

Suara.com - Kepolisian Daerah Metropolitan Jakarta Raya mengklaim tak akan membekali aparat kepolisian yang dikerahkan menjaga sidang gugatan sengketa pemilu ke Mahkamah Konstitusi (MK), Jumat (14/6/2019), besok.

"Dalam setiap pengamanan tidak bawa peluru tajam," kata Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Argo Yuwono saat dikonfirmasi wartawan, Kamis (14/6/2019) malam.

Diketahui, ada sebanyak 48 ribu personel gabungan dari unsur TNI-Polri yang dikerahkan untuk mengawal sidang di MK.

Selain melakukan pengamanan, polisi juga akan melakukan rekayasa lalu lintas selama sidang Perselisihan Hasil Pemilihan Umim (PHPU) Pilpres 2019 itu.

Sebelumnya, Kasubdit Gakkum Ditlantas Polda Metro Jaya, Komisiaris Polisi M. Nasir mengatakan, rekayasa tersebut mulai diterapkan mulai malam ini.

"Dalam rangka giat sidang PHPU di Gedung MK, ruas jalan akan ada pengalihan karena jalan ditutup," kata Nasir.

Nasir menyebut, rekayasa lalu lintas itu akan diterapkan mulai malam hari ini hingga saat proses sidang berlangsung. Hanya saja, sifatnya situasional.

"Rencana pengalihan arus lalu lintas dimulai pukul 22.00 WIB malam ini, namun sifatnya situasional," kata dia.

Diketahui, sidang PHPU Pilpres 2019 akan ditangani oleh sembilan hakim MK.

Berikut daftar sembilan nama Hakim MK:

Ketua Hakim MK: Anwar Usman
Wakil Ketua Hakim: MK Aswanto
Anggota Hakim MK: Arief Hidayat, Wahiduddin Adams ,I Dewa Gede Palguna, Suhartoyo, Manahan M.P Sitompul, Saldi Isra, dan Enny Nurbaningsih.

Baca Juga

Komentar

Berita Terkait

Terpopuler

Terkini