Jawab Isu Deal-dealan Kursi Menteri, Gerindra: Prabowo Tidak Butuh Jabatan

Menurut Andre pertemuan antara Jokowi dengan Prabowo bisa saja terjadi usai sidang putusan sengketa Pilpres 2019 di Mahkamah Konstitusi

Suara.Com
Bangun Santoso | Ria Rizki Nirmala Sari
Jawab Isu Deal-dealan Kursi Menteri, Gerindra: Prabowo Tidak Butuh Jabatan
Capres nomor urut 01 Joko Widodo dan Capres nomor urut 02 Prabowo Subianto berjabat tangan seusai mengikuti debat capres 2019 di Hotel Sultan, Jakarta, Minggu (17/2). [Suara.com/Muhaimin A Untung]

Suara.com - Politikus Partai Gerindra Andre Rosiade membantah adanya kesepakatan Partai Gerindra untuk masuk ke kabinet pemerintahan Joko Widodo atau Jokowi periode 2019-2024. Andre menegaskan bahwa Prabowo tidak haus jabatan.

Andre mengatakan, bahwa Prabowo - Sandiaga tidak memiliki kepentingan politik dalam Pilpres 2019 untuk konstelasi politik pada 2024. Karenanya ia membantah kalau Prabowo saat ini sudah melakukan kesepakatan dengan petahana demi kursi menteri.

"Pak Prabowo dan bang Sandi itu bukan pencari pekerjaan untuk panggung 2024. Pak Prabowo dan bang Sandi bukan orang yang butuh jabatan untuk perlindungan hukum, jadi jangan samakan dengan yang lain," kata Andre di Prabowo - Sandiaga Media Center, Jalan Sriwijaya I, Jakarta Selatan, Selasa (25/6/2019).

Menurut Andre, kalau memang ada ajakan silahturahmi antara kedua kubu usai Pilpres 2019. Namun, dirinya menegaskan jika silaturahmi itu bukan untuk membahas bagi-bagi kursi.

Meskipun begitu, Andre menyampaikan kalau pertemuan Prabowo dengan Jokowi bisa saja terjadi usai putusan sidang gugatan sengketa Pilpres 2019. Namun, ia tidak menjelaskan secara merinci kapan pertemuan tersebut akan dilakukan.

"Jadi tidak ada deal-deal. Tidak ada pertemuan untuk deal-deal antara TKN dan BPN atau orang Pak Prabowo dengan orang Pak Jokowi. Itu tidak ada," tandasnya.

Baca Juga

Komentar

Berita Terkait

Terpopuler

Terkini