Berawal Pura-pura Jadi Teman Kuliah, Sukmawati Peras Dirut Tempo

Iwan menerangkan, polisi meringkus Sukmawati di Permata Hijau Permai, Kecamatan Rappocini, Kota Makassar. Sementara, Nakir di Kost G4 Herztasning, Makassar.

Suara.Com
Agung Sandy Lesmana | Yosea Arga Pramudita
Berawal Pura-pura Jadi Teman Kuliah, Sukmawati Peras Dirut Tempo
Dirkrimsus Polda Metro Jaya Kombes Iwan Kurniawan [suara.com/Nikolaus Tolen]

Suara.com - Polisi meringkus dua pelaku penipuan dengan modus meretas akun WhatsApp milik Direktur Utama PT. Tempo Inti Media, Toriq Hadad. Dua pelaku bernama Nakir (25) dan Sukmawati (26) diciduk aparat didua lokasi berbeda pada Selasa (9/7/2019).

"Pada tanggal 9 Juli 2019, Subdit IV Cyber Crime Dit Reskrimsus PMJ (Polda Metro Jaya) telah mengungkap dugaan tindak pidana ilegal akses sistem elektronik yang mengakibatkan kerugian orang lain," kata Direktur Reserse Kriminal Khusus Polda Metro Jaya, Komisaris Besar Polisi Iwan Kurinawan saat dikonfirmasi, Jumat (12/7/2019).

Iwan menerangkan, polisi meringkus Sukmawati di Permata Hijau Permai, Kecamatan Rappocini, Kota Makassar. Sementara, Nakir di Kost G4 Herztasning, Makassar.

Kejadian bermula saat korban sedang berada di kantor Tempo, Jakarta Barat pada Senin (1/7/2019). Saat itu, ia meneria pesan WA yang telah disimpan korban dengan nama Dodon dan mengaku sebagai teman kuliah korban. 

"Kemudian orang yang mengaku sebagai teman korban tersebut memberitahukan kepada korban 'apabila ingin berkomunikasi WhatsApp dengan korban harus menggunakan kode khusus'. Selang sekitar pukul 16.00 WIB, kemudian Dodon memberitahukan kepada korban apakah ada kode masuk," sambungnya.

Lantas, korban memberitahukan kode tersebut kepada orang yang mengaku sebagai Dodon. Kemudian, korban langsung kode tersebut.

"Kemudian sekitar pukul16.30 WIB ada salah satu teman korban yang memberitahukan 'WA kamu dihack' oleh teman korban yang bernama Iwan Sutaryadi. Kemudian ada yang menghubungi teman korban Arfan,  di mana orang tersebut mengaku sebagai korban dan meminta meminjam uang senilai Rp 5.000.000. Karena merasa percaya, teman korban langsung mentransfer ke rekening bank atas nama Herman," papar Iwan.

Dari penangkapan terhadap kedua pelaku, polisi menyita sejumlah barang bukti. Mulai dari satu kartu Anjungan Tunai Mandiri, dua unit telepon genggam yang mana salah satunya digunakan sebagai alat untuk menerobos sistem elektronik dan rekaman kamera Closed Circuit Television saat tersangka Sukmawati mengambil uang yang ditransfer.

"Atas perbutannya, kedua pelaku terancam Pasal 30 jo Pasal 46 dan/atau Pasal 36 jo Pasal 51 ayat (2) dan/atau Pasal 35 jo Pasal 51 ayat (1) UU RI Nomor 19 tahun 2016 tentang ITE," tutupnya.

Baca Juga

Komentar

Berita Terkait

Terpopuler

Terkini