Amini Kabinet Idaman JK, Nasdem: Layak Jadi Masukan Jokowi

Kendati begitu, Nasdem menyerahkan sepenuhnya jatah kursi menteri keoada Jokowi selaku pemegang hak prerogatif sebagai presiden terpilih.

Suara.Com
Agung Sandy Lesmana | Novian Ardiansyah
Amini Kabinet Idaman JK, Nasdem: Layak Jadi Masukan Jokowi
Jusuf Kalla, penasihat Tim Kampanye Nasional Jokowi – Maruf, memberikan masukan kepada pasangan Capres dan Cawapres nomor urut 1 itu menjelang debat pertama di Hotel Bidakara, Jakarta Selatan, Kamis (17/1/2019) malam. [Suara.com/Ummi Hadyah Saleh]

Suara.com - Sekretaris Jenderal Partai Nasdem Johnny G Plate menanggapi ihwal pernyataan Wakil Presiden Jusuf Kalla (JK) soal komposisi menteri kabinet idamannya.

Menurutnya, masukan JK tersebut soal kabinet pemerintahaan layak dipertimbangkan Presiden Joko Widodo untuk periode kedua kepemimpinannya. 

"Saya kira apa yang disampaikan oleh Pak JK sebagai politisi senior, sebagai tokoh nasional yang juga senior, itu layak juga jadi masukan yang layak untuk Pak Jokowi ya," kata Johnny di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Jumat (12/7/2019).

Sebagaimana diketahui, JK berpendapat jika komposisi kursi menteri di kabinet harus disesuaikan dengan perolehan suara partai pendukung Jokowi - Maruf Amin. Terkait hal itu, Johnny mengaku sependapat.

Kendati begitu, Nasdem menyerahkan sepenuhnya jatah kursi menteri keoada Jokowi selaku pemegang hak prerogatif sebagai presiden terpilih.

Tapi kan semuanya diskresinya Pak Jokowi, yang kedua kalau memang Pak Jokowi sudah punya langkah maju untuk menyusun struktur kabinetnya, nomenklatur kabinetnya, anggota kabinetnya, bahkan sudah bisa memisahkan profesional dari partai politik dari dan dari non partai politik, itu sebagai langkah maju," tutur Johnny.

Sebelumnya, JK menilai pembentukan sebuah kabinet pemerintahan itu harus melewati perjalanan yang panjang. Menurutnya, tidak bisa kabinet pemerintahan kemudian dibentuk asal-asalan kemudian meninggalkan asas ketidakadilan.

JK mengatakan bahwa untuk kepala negara terpilih akan membuat pola dari kabinet itu. Berapa partai politik yang akan memperoleh kursi dan juga berapa kursi yang akan diberikan kepada orang-orang profesional. Khusus untuk partai politik juga ditentukan sesuai dengan jumlah suara yang diperoleh di DPR agar mencapai keadilan.

"Tentu jangan yang kursinya sedikit mendapatkan lebih banyak kursi dibanding yang banyak kursinya itu nanti kacau yang di dalam itu," kata JK saat memberikan kuliah umum kepada peserta pelatihan Lemhanas di Istana Wakil Presiden, Jalan Medan Merdeka Selatan, Selasa (11/7/2019).

Setelah itu, kepala negara akan membawa semua unsur nusantara untuk dapat duduk bersama di kabinet mulai dari Sabang sampai Merauke. Hal itu perlu dilakukan agar bisa membangun keharmonisan di dalam suatu kabinet.

Tidak hanya asal daerah, tetapi suku, gender, bahkan agama juga diperhatikan betul kepala negara dalam memilih calon menterinya. Itulah yang dilakukan kepala negara agar menciptakan sebuah harmoni di dalam kabinet pemerintahan.

"Jadi, tidak saja asal partai, ndak. Harus ada harmonisasi baik dari harmonisasi antar wilayah dan suku, agama, politik, harmonisasi dalam tingkat kemampuan, profesionalisme," tandasnya.

Baca Juga

Komentar

Berita Terkait

Terpopuler

Terkini