Prabowo Sampaikan ke JK, Ingin Pulangkan Habib Rizieq ke Indonesia

Kepulangan imam besar FPI tersebut sebelumnya menjadi salah satu syarat terwujudnya rekonsiliasi Prabowo - Jokowi.

Suara.Com
Dwi Bowo Raharjo | Novian Ardiansyah
Prabowo Sampaikan ke JK, Ingin Pulangkan Habib Rizieq ke Indonesia
Habib Rizieq Shihab (Suara.com/Oke Atmaja)

Suara.com - Eks Capres nomor urut 02 Prabowo Subianto masih mengupayakan kepulangan Habib Rizieq Shihab ke tanah air. Kepulangan imam besar FPI tersebut sebelumnya menjadi salah satu syarat terwujudnya rekonsiliasi untuk mengubur dendam politik.

Keinginan Prabowo untuk memulangkan Habib Rizieq itu bahkan telah ia sampaikan secara resmi kepada Wakil Presiden Jusuf Kalla. Hal itu diketahui dari cuitan eks Juru Bicara BPN Prabowo-Sandiaga, Dahnil Anzar Simanjuntak melalui akun Twitter pribadi miliknya @Dahnilanzar.

"Upaya Pak @prabowo ikut mengubur dendam politik, dan memastikan ulama-ulama kita bisa kembali berdakwah dengan guyub, termasuk kepulangan Habib Rizieq, sudah beliau sampaikan secara resmi melalui Pak @Pak_JK," cuit Dahnil seperti dikutip Suara.com, Selasa (16/7/2019).

Selain ke JK, Dahnil mengatakan kalau Prabowo juga menyampaikan hal serupa terkait kepulangan Habib Rizieq kepada sejumlah tokoh yang menjadi utusan Presiden Jokowi.

"Selain secara resmi disampaikan kepada Pak @Pak_JK juga beliau sampaikan kepada tokoh-tokoh pemerintahan yang menjadi utusan resmi Presiden, Pak @prabowo juga menyampaikan terkait agar Habib Rizieq bisa kembali ke Indonesia dan kita bisa mengubur dendam politik," ujar Dahnil.

Sebelumnya, Dahnil juga mengatakan bahwa Prabowo tidak menutup jalan dialog dalam rekonsiliasi. Namun dengan tegas juga dikatakan Dahnil, tidak ada pembicaraan mengenai bagi-bagi jabatan.

"Rekonsiliasi dalam pemaknaan mengubur dendam politik, memastikan gagasan dan ide baik bisa diadaptasi pemerintah saat ini adalah penting, itu yang dikehendaki Pak @prabowo , dalam politik tidak boleh menutup dialog (unlock) , tidak ada pembicaraan-pembicaraan spesifik transaksi jabatan dan kursi menteri," tulis Dahnil.

Baca Juga

Komentar

Berita Terkait

Terpopuler

Terkini