Sering Bersikap Tak Sopan, Warga Jepang Dilarang Masuk Restoran Ramen Ini

Padahal restoran ramen ini sendiri berada di Jepang, duh!

Suara.Com
Dany Garjito | Arendya Nariswari
Sering Bersikap Tak Sopan, Warga Jepang Dilarang Masuk Restoran Ramen Ini
Ilustrasi ramen. (Unsplash/Janicetea)

Suara.com - Rumah makan pada dasarnya merupakan tempat umum yang banyak dikunjungi oleh orang-orang, termasuk restoran ramen berikut ini.

Namun siapa sangka, pemilik restoran ramen ini baru saja memberikan suatu larangan untuk para pelanggannya yang bersikap kurang sopan.

Bukan tanpa alasan, Akio Arima menerapkan peraturan tersebut karena banyak pelanggan orang Jepang yang datang ke restorannya sambil berperilaku kasar.

Peraturan baru restoran ramen Gaya Yaeyama di Prefektur Okinawa telah diterapkan sejak 1 Juli 2019 lalu.

"Untuk pelanggan Jepang, sikap turis Jepang semakin buruk dari tahun ke tahun, jadi kami tidak akan membiarkan pelanggan Jepang makan di restoran kami hingga September."

Sering Bersikap Tak Sopan, Restoran Ini Larang Turis Jepang Masuk. (Twittter/@kusaharunews)
Sering Bersikap Tak Sopan, Restoran Ini Larang Turis Jepang Masuk. (Twittter/@kusaharunews)

"Kami hanya akan menerima pelanggan dari luar negeri, dan kami meminta maaf kepada pelanggan Jepang yang telah makan di sini setiap tahun, dan kami meminta kerja sama mereka. Kami sedang berpikir untuk melanjutkan layanan reguler mulai Oktober," ungkap pemilik restoran dikutip Suara.com dari laman Nextshark, Rabu (17/7/19).

Pemilik restoran ini merasa dirugikan karena banyak warga Jepang yang pergi ke tempatnya beramai-ramai namun hanya memesan satu porsi ramen.

Padahal kursi yang tersedia di dalam restoran tersebut tidak banyak.

Ada pula pelanggan yang sering ketahuan membawa makanan dan minuman dari luar restoran.

Bukan hanya itu saja, banyak pelanggan penduduk lokal Jepang yang kerap marah-marah sehingga banyak pegawai restoran tersebut tidak betah dan mengundurkan diri.

"Saya tak punya pelanggan. Kemarin hanya dua yang datang. Ternyata banyak pelanggan yang mengeluhkan aturan baru saya. Memang sulit dari sudut pandang ekonomi."

"Tetapi saya akan tetap menerapkannya terlebih dahulu dan meluangkan waktu untuk bersantai sambil membersihkan rumah makan," imbuh sang pemilik restoran ramen tersebut.

Baca Juga

Komentar

Berita Terkait

Terpopuler

Terkini