Jadi Saksi, Mahfud MD Ungkap 3 Tingkah Unik Sujiwo Tejo Nikahkan Putrinya

Sujiwo Tejo juga menghadirkan wartawan senior Karni Ilyas sebagai saksi pernikahan Randu dengan Haris.

Suara.Com
Dany Garjito | Eleonora Padmasta Ekaristi Wijana
Jadi Saksi, Mahfud MD Ungkap 3 Tingkah Unik Sujiwo Tejo Nikahkan Putrinya
Mahfud MD menjadi saksi nikah putri Sujiwo Tejo - (Twitter/@mohmahfudmd)

Suara.com - Mantan Ketua Mahkamah Konstitusi (MK) Mahfud MD menjadi saksi di pernikahan putri Sujiwo Tejo, Rembulan Randu Dahlia, Sabtu (20/7/2019).

Selain Mahfud MD, Sujiwo Tejo juga menghadirkan wartawan senior Karni Ilyas sebagai saksi pernikahan Randu dengan Haris Setia Bangsawan.

Setelah akad nikah selesai, Mahfud MD mengungkapkan bahwa ia terkesan dengan tingkah Sujiwo Tejo.

"Alhamdulillah acara mantu Mas @sudjiwotedjo dengan tajuk #meMinangMadura telah berjalan lancar dan sah menurut hukum agama dan hukum negara. Randu dan Haris sudah menjadi suami-istri. Tapi, di luar soal sah, ada saja yang unik kalau Tejo buat acara, meskipun acara itu tetap sakral," tulisnya di Twitter, Sabtu.

Melalui cuitan itu, ia juga menceritakan tiga keunikan sang Presiden Jancukers ketika menikahkan putrinya:

Cuitan Mahfud MD - (Twitter/@mohmahfudmd)
Cuitan Mahfud MD - (Twitter/@mohmahfudmd)

1. Syarat mahar Baju Semar

Sebagai dalang, Sujiwo Tejo memberikan syarat mahar pada calon menantunya berupa baju tokoh pewayangan bernama Semar. Haris bahkan hampir berutang mahar tersebut karena sulit dicari.

"Uniknya, mahar yang harus diberikan oleh Haris kepada Randu, atas instruksi Mbah @sudjiwotedjo antara lain adalah Baju Semar. Kabarnya, Haris sempat mau menyebut "mahar Semar" tersebut bukan dibayar tunai tapi "diutang" sebab tak mudah mencarinya. Untung ada penjahit yang bisa membuat dengan cepat," kicau Mahfud MD.

2. Hendak jelaskan filosofi Baju Semar saat akad nikah

Setelah mengucapkan lafaz akad nikah, Sujiwo Tejo hendak menjelaskan filosofi dari baju Semar sebagai mahar. Namun, niatnya dihentikan oleh penghulu, yang kemudian sempat membuatnya bingung.

"Saat mengucapkan lafaz akad nikah @sudjiwotedjo ingin menambah kalimat untuk menjelaskan filosofi Baju Semar sebagai mahar itu, tapi dilarang oleh Pak Penghulu. "Jelaskan nanti saja setelah akad nikah," kata Pak Penghulu. Tak boleh, toh? Dasar Tejo," gurau Mahfud MD.

3. Menangis saat jawab permohonan izin anak

Di balik sifat jenakanya, Sujiwo Tejo tetap meneteskan air mata juga saat harus melepas putrinya.

Menurut keterangan Mahfud MD, meskipun bisa mengucap lafaz ijab kabul dengan tegas dan lancar, Sujiwo Tejo akhirnya menangis dan bahkan sempat curhat saat menjawab permohonan izin menikah putrinya.

"Saat mengucap lafaz ijab kabul @sudjiwotedjo tegas dan lancar, tapi dia menangis saat menjawab permohonan izin putrinya, Randu, untuk dinikahkan dengan Haris. "Sehari-hari yang bisa memarahi saya hanya anak wadonku Randu dan istriku Rosana," kata Presiden Jancuker ini. Selamat, Mbah," ungkap Mahfud MD.

Baca Juga

Komentar

Berita Terkait

Terpopuler

Terkini