Tiga Pimpinan dan 11 Pegawai KPK Lolos Uji Kompetensi Capim KPK Jilid V

Ketiga pimpinan KPK yang lolos tersebut, yakni Alexander Marwata, Basaria Pandjaitan, dan Laode M. Syarief.

Suara.Com
Agung Sandy Lesmana | Welly Hidayat
Tiga Pimpinan dan 11 Pegawai KPK Lolos Uji Kompetensi Capim KPK Jilid V
Tim Pansel Capim KPK umumkan 104 peserta yang lolos uji kompetensi. (Suara.com/Welly).

Suara.com - Tiga pimpinan KPK periode 2015-2019 kembali maju mencalonkan capim KPK Jilid V dinyatakan lolos uji kompetensi yang digelar di Kementerian Sekretariat Negara, Jakarta Pusat, Senin (22/7/2019).

Ketiga pimpinan KPK yang lolos tersebut, yakni Alexander Marwata, Basaria Pandjaitan, dan Laode M. Syarief.

Selain itu, 11 pegawai KPK pun juga turut lolos dalam tahap uji kompetensi. Sehingga total dari lembaga KPK yang lolos sebanyak 14 peserta dari 104 yang juga lolos dari berbagai intitusi.

Berikut nama 11 pegawai KPK yang lolos yakni, Asep Rahmat Suwandha (Pegawai KPK), Chandra Sulistio Reksoprodjo (Pegawai KPK), Dedi Haryadi (Tim stranas Pencegahan KPK), Fridolin Berek (Tim Stranas Pencegahan Korupsi KPK), Giri Suprapdiono (Pegawai KPK), Harun Al Rasyid (Pegawai KPK), Hayidrali (Tim Stranas Pencegahan Korupsi KPK), Pahala Naingolan (Deputi pencegaha KPK) , Sujanarko (Pegawai KPK), dan Syarief Hidayat (Pegawai KPK).

Sebelumnya, Ketua Pansel Capim KPK, Yenti Ganarsih menyebut  ada sebanyak 187 peserta yang ikut dalam proses seleksi tahap dua. Namun yang lolos hanya sekitar 104 peserta. 

Yenti mengatakan 104 peserta yang dinyatakan lolos akan menghadapi tes berikutnya yakni tes psikologi. Tahap seleksi tersebut akan dilaksanakan di Pusdiklat Kementerian Sekretariat Negara, Cilandak, Jakarta Selatan pada Minggu (28/7/2019) mendatang. 

Yenti berharap para peserta nantinya harus membawa Kartu Tanda Penduduk (KTP) dan hadir sebelum 30 menit. Bila tak mengikuti tes Psikologi akan dinyatakan gugur.

"Sehingga, keputusan panitia seleksi calon pimpinan Komisi Pemberantasan Korupsi masa jabatan tahun 2019-2023 tidak dapat diganggu gugat," tutup Yenti.

Baca Juga

Komentar

Berita Terkait

Terpopuler

Terkini