Gubernur Jabar Ajak Anggota DPRD Terpilih Bangun Tanah Pasundan

Pemdaprov ingin menjadikan provinsi sebagai daerah percontohan pembangunan yang berkelanjutan.

Suara.Com
Fabiola Febrinastri | Dian Kusumo Hapsari
Gubernur Jabar Ajak Anggota DPRD Terpilih Bangun Tanah Pasundan
Gubernur Jabar, Ridwan Kamil, saat menghadiri acara penyerahan Surat Keputusan calon terpilih anggota DPRD Provinsi Jabar Periode 2019 - 2024, di Kantor Komisi Pemilihan Umum (KPU) Jabar, Kota Bandung, Jabar, Rabu (14/8/2019). (Dok : Pemdaprov Jabar).

Suara.com - Gubernur Jawa Barat (Jabar), Ridwan Kamil mengajak 120 anggota DPRD Provinsi Jabar periode 2019 - 2024 terpilih untuk bersama-sama membangun Tanah Pasundan, yang diawali lewat dua pantun yang diucapkan dalam sambutan.

"Jalan-jalan naik Fiat dengan kekasih. Membeli mas kawin 24 karat. Selamat untuk wakil rakyat terpilih. Mari majukan bersama Jawa Barat,” ujarnya. 

"Kalau sudah bertemu jodohnya, jangan bingung segera ajak kawin. Walau berbeda-beda asal partainya, Mari dukung Jabar juara lahir dan batin."

Itulah pantun dari Ridwan dalam "Penyerahan Surat Keputusan Calon Terpilih Anggota DPRD Provinsi Jabar Periode 2019 - 2024, di Kantor Komisi Pemilihan Umum (KPU) Jabar, Kota Bandung, Jabar, Rabu (14/8/2019). 

"Jadi bapak dan ibu, perhelatan kompetisi sudah lewat. Mari kita berjabatan tangan, mari kita fokus menyatukan kebersamaan membangun Jawa Barat," tambah Emil. 

Ia menambahkan, Pemerintah Daerah Provinsi (Pemdaprov) Jabar ingin menjadikan provinsi sebagai daerah percontohan pembangunan yang berkelanjutan.

"Jadi yang baik-baik, yang prestatif dari Pak Aher (Ahmad Heryawan), gubernur terdahulu, kami lanjutkan. Bahkan dalam penerimaan piala-piala (penghargaan) untuk Jawa Barat, saya selalu insya Allah adil, menyampaikan ucapan terima kasih kepada gubernur dan wakil gubernur terdahulu yang memang bekerja keras," kata Emil.

"Jawa Barat harus jadi contoh keberlanjutan, kesinambungan dari pembangunan," tegasnya.

Emil pun menyampaikan belasungkawa kepada 173 petugas penyelenggaran pemilu di Jabar yang meninggal dunia. Menurutnya, hal itu menandakan mahalnya demokrasi di Indonesia.

"Saya pribadi mendukung kalau Pileg dan Pilpres kalau bisa jangan digabung (pelaksanaannya). Mudah-mudahan dan saya dengar wacananya sudah ke arah sana. Saya kira akan lebih menguntungkan khususnya dari kaca mata pileg," ucap Emil.

Sementara itu, menurut Ketua KPU Jabar, Rifqi Alimubarok, pihaknya sudah menetapkan partai politik (parpol) yang memperoleh kursi di DPRD Jabar Periode 2019 - 2024 pada Selasa (13/8/2019). Adapun dari 16 parpol peserta pemilu di Jabar, ada 10 parpol yang memperoleh kursi.

"Sekarang ada penambahan (kursi di DPRD Jabar). Ada 120 kursi, dari (sebelumnya) 100 jadi 120," tutur Rifqi.

Parpol yang memperoleh kursi DPRD Jabar yakni Partai Gerindra (25 kursi), PKS (21), PDI Perjuangan (20), Partai Golkar (16), PKB (12), Partai Demokrat (11), PAN (7), Partai Nasdem (4), PPP (3), dan Partai Perindo (1).

"Dari 120 yang terpilih ada 45 orang petahana atau muka lama, atau sekitar 37 persen anggota lama. Selain itu ada 75 anggota DPRD yang baru atau sekitar 63 persen anggota baru," ujar Rifqi.

"Sekarang mayoritas anggota DPRD Jawa Barat adalah wajah baru, dan sekitar 19 persen anggota DPRD Jabar adalah perempuan," tambahnya.

Rifqi pun berharap, para anggota DPRD Jabar Terpilih 2019 - 2024 bisa membangun demokrasi di Jabar yang lebih baik.

"Selamat kepada calon terpilih untuk mengemban amanah dan menjalankan tugasnya untuk lima tahun yang akan datang. Saya berharap kita semua dapat membangun Pemilu Jawa Barat yang lebih baik lagi," tambahnya.

Untuk itu, Rifqi memastikan bahwa tahapan Pemilu di Jabar berjalan dengan baik dan lancar. Tingkat akurasi data juga diharapkan bisa meningkat di masa yang akan datang.

"Akurasi data pemilih di Jawa Barat sudah meningkat. Kita (Provinsi Jawa Barat) tidak termasuk sepuluh provinsi yang data pemilunya kurang valid," ucap Rifqi.

Sementara terkait tingkat partisipasi Pemilu di Jabar, kata Rifqi, ada di atas angka target nasional. Tingkat partisipasi baik Pilpres atau Pileg ada di angka 82 persen.

"Tingkat partisipasi kurang lebih 82 persen baik pilpres atau pileg dari target nasional 75 persen," ujarnya.

"Sekitar 27 juta dari 33 juta yang terdata sebagai pemilih, yang tidak hadir ke TPS sekitar 7 juta. Dari 33 juta yang hadir 27 juta, itu sangat luar biasa itu, merupakan (jumlah penduduk) satu negara kalau di benua Afrika atau Amerika itu," lanjutnya.

Ketua Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Jabar, Wasikin Marzuki menilai, pelaksanaan Pemilu di Jabar memiliki kekhasan tersendiri, seperti dari data pemilih, Jabar sebagai provinsi dengan jumlah pemilih terbanyak.

Pada Pemilu 2019, pemilih Jabar dengan jumlah kurang lebih 33 juta orang telah memilih secara sekaligus presiden dan wakil presiden, 91 anggota DPR RI, 120 anggota DPRD provinsi, 1.285 anggota DPRD kab./kota, dan 4 anggota DPD RI. Jumlah peserta pemilu sebanyak 16 partai dan anggaran Pemilu secara nasional sekitar Rp 24,8 triliun.

"Oleh karena itu, dalam proses mengawal Pemilu 2019 di Jawa Barat, kami melakukan beberapa hal dalam mengawal Pemilu yang berkualitas, berintegritas, dan demokratis," ujar Wasikin.

Seperti dalam fungsi pencegahan, Bawaslu menghadapi masalah pemilu yang serius, yakni pemilu transaksional atau money politic dan unfair kontestasi. Untuk itu, Bawaslu melakukan upaya sinergi antar-berbagai pihak, baik dengan masyarakat dan peserta pemilu itu sendiri.

Sementara terkait dengan validasi pemilih, Bawaslu mengaku bahwa pihaknya melakukan rapat pleno hingga tiga kali. Menurut Wasikin, ini menandakan ada keseriusan pihak Bawaslu dalam mematangkan data pemilih, sehingga diharapkan tidak ada lagi data ganda atau data yang tidak memenuhi syarat.

"Kami bersama KPU mengawal, memverifikasi, memvalidasi seluruh aspek data pemilih yang ada di Jawa Barat. Walaupun proses panjang, tapi bagian dari upaya untuk menghadirkan kualitas data pemilih yang akurat dan valid," katanya.

Pada kesempatan yang sama, Ketua DPRD Jabar, Ineu Purwadewi Sundari mengapresiasi penyelenggaraan Pemilu di Jabar yang lancar, damai, dan kondusif.

"Kami mengapresiasi pelaksaan pemilu yang lancar, damai, kondusif walapaun tidak sedikit sahabat kita penyelenggara Pemilu yang gugur dalam tugasnya," ucap Ineu.

Ineu pun mengaku bahwa pihaknya kini sedang mempersiapkan acara pelantikan anggota DPRD Jabar Terpilih 2019 - 2024. Rencananya acara pelantikan akan digelar 2 September 2019, di Gedung Merdeka, Kota Bandung.

"Kami saat ini sedang tahapan persiapan dalam rangka pelantikan. Insya Allah akan diselenggarakan di Gedung Merdeka Bandung," tutupnya.

Baca Juga

Komentar

Berita Terkait

Terpopuler

Terkini