Kritik Ulama Zakir Naik, Malah Diancam Penggal Kepala

Pengacara tersebut membeberkan ancaman pembunuhan yang diunggah ke jejaring sosial Facebook.

Suara.Com
Rendy Adrikni Sadikin
Kritik Ulama Zakir Naik, Malah Diancam Penggal Kepala
Ulama India, Zakir Naik di Jakarta, Jumat (31/3).

Suara.com - Pengacara Syahredzan Johan menerima ancaman pembunuhan melalui media sosial usai menyarankan agar status penduduk permanan Zakir Naik dicabut.

Dalam cuitannya pada Rabu (14/9/2019), pengacara Malaysia tersebut membeberkan ancaman pembunuhan yang diunggah ke jejaring sosial Facebook.

"Jadi saya mendapatkan (ancaman) ini di FB. Tidak jelas, kekuasaan apa yang dia pikir saya punya," kicau dia melalui akun Twitter @syahredzan.

Syahredzan, yang adalah sekretaris politik Iskandar Puteri MP Lim Kit Siang, juga membagikan hasil bidik layar dari ancaman pembunuhan itu.

Dalam unggahan di Facebook, pelaku mengancam akan memenggal kepala pengacara tersebut. Bunyinya:

Ancaman pembunuhan untuk pengacara yang kritik Zakir Naik. (Twitter)
Ancaman pembunuhan untuk pengacara yang kritik Zakir Naik. (Twitter)

“... kau usir dr Zakir Naik, aku akan cari sampai dapat dan aku akan pisahkan kepala babi kau tu dari badan kau, ini sumpah aku demi agama islam dan bangsa melayu. Kalau berani cubalah."

Syahredzan melaporkan ancaman pembunuhan tersebut ke Kepolisian Dang Wangi Kamis 15 Agustus 2019.

Ulama Kontroversial Zakir Naik diancam diusir oleh banyak politikus dan menteri Malaysia. Penyebabnya ucapan Zakir Naik soal warga etnis China di Negeri Jiran.

Apa ucapan ulama asal India tersebut yang membuat para petinggi Malaysia naik darah hingga berujung seruan pengusiran?

Ucapan soal etnis China di Malaysia dilontarkan Zakir Naik dalam forum 'Executive Talk bersama Dr Zakir Naik' di Kota Baru, Kelantan, Kamis 8 Agustus silam.

Seperti dikutip dari The Star, Jumat (16/8/2019), dalam forum itu, Zakir Naik berbicara tentang bagaimana Islam menyebar di wilayah itu melalui saudagar.

Mendadak Zakir Naik bicara soal etnis China. Zakir Naik meminta etnis China Malaysia untuk 'kembali' karena mereka merupakan 'tamu lama' di negara tersebut.

"Kemudian, lebih banyak orang datang (ke Malaysia). Malaysia pun menjadi muslim seutuhnya. Lalu, China datang, India datang, Inggris datang. Mereka adalah tamu kita," ucap Zakir Naik.

Zakir Naik bilang, "Orang bilang saya tamu. Saya katakan, sebelum saya, etnis China tamu. Mereka tidak lahir di sini. Jika ingin 'tamu baru' Anda untuk pergi, mintalah 'tamu lama' Anda untuk kembali lebih dulu."

"Etnis China tidak lahir di sini, kebanyak dari mereka. Mungkin generasi baru, iya," kata Zakir Naik.

Lalu Zakir Naik berkata, "Jika Anda mau tamu pulang, dan tamu-tamu itu membawa perdamaian bagi masyarakat, mereka jadi keuntungan bagi keluarga."

Baca Juga

Komentar

Berita Terkait

Terpopuler

Terkini