Jokowi: Kini Data Lebih Berharga dari Minyak

Jokowi menyatakan, kedaulatan data harus diwujudkan hak warga negara atas data pribadi harus dilindungi

Suara.Com
Bangun Santoso | Ummi Hadyah Saleh
Jokowi: Kini Data Lebih Berharga dari Minyak
Presiden Joko Widodo dengan baju adat suku Sasak NTB menyampaikan pidato kenegaraan dalam rangka HUT Ke-74 Kemerdekaan RI dalam Sidang Bersama DPD-DPR di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Jumat (16/8). [ANTARA FOTO/Sigid Kurniawan]

Suara.com - Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengatakan salah satu ancaman yang dihadapi bangsa Indonesia saat ini adalah kejahatan siber, termasuk penyalahgunaan data pribadi. Menurutnya, data adalah jenis kekayaan baru dan lebih berharga dari minyak.

"Kita harus siaga menghadapi ancaman kejahatan siber termasuk kejahatan penyalahgunaan data. Data adalah jenis kekayaan baru bangsa kita, kini data lebih berharga dari minyak," ujar Jokowi dalam pidato kenegaraan di Gedung Nusantara, Kompleks Parlemen, Jakarta, Jumat (16/8/2019).

Karena itu, Jokowi mengatakan kedaulatan data harus diwujudkan hak warga negara atas data pribadi harus dilindungi.

Jokowi menuturkan regulasinya harus segera disiapkan tidak boleh ada kompromi.

"Sekali lagi, inti dari regulasi adalah melindungi kepentingan rakyat, serta melindungi kepentingan bangsa dan negara. Regulasi harus mempermudah rakyat mencapai cita-citanya. Regulasi harus memberikan rasa aman. Dan regulasi harus memudahkan semua orang untuk berbuat baik, mendorong semua pihak untuk berinovasi menuju Indonesia Maju," ujar Jokowi.

Lebih lanjut, mantan Wali Kota Solo itu menambahkan perkembangan teknologi perlu ditanggapi secara serius.

"Pemanfaatan teknologi yang merusak keadaban bangsa, yang membahayakan persatuan dan kesatuan, yang membahayakan demokrasi, harus kita atur secara terukur," katanya.

Baca Juga

Komentar

Berita Terkait

Terpopuler

Terkini