Berpantun di Sidang Paripurna, Bamsoet Singgung Pejabat Tukang Sindir

Selain itu, dalam pantunnya Bambang menyinggung adanya usulan amandemen UU 1945.

Suara.Com
Agung Sandy Lesmana | Ummi Hadyah Saleh
Berpantun di Sidang Paripurna, Bamsoet Singgung Pejabat Tukang Sindir
Presiden Joko Widodo saat menghadiri sidang bersama DPD-DPR di Kompleks Parlemen, Jakarta, Jumat (16/8). [Suara.com/Arya Manggala]

Suara.com - Ketua DPR RI Bambang Soesatyo diketahui kerap berpantun sebelum berpidato. Bahkan, Bamsoet, sapaan Bambang Soesatyo membacakan pantun dalam Rapat Paripurna Pembukaan Masa Persidangan I Tahun Sidang 2019-2020 di gedung MPR/DPR, Jumat (16/8/2019).

Isi pantun yang dibacakan sebagai pembuka pidato di sidang tahunan MPR ini, Bamsoet menyinggung agar para pemimpin tidak saling sindir.

Selain itu, dalam pantunnya Bambang menyinggung adanya usulan amandemen UU 1945. Ia mengatakan dalam pantunnya, meski ada perdebatan soal amandemen UU 1945, Pancasila dan Negara Kesatuan Republik Indonesia.

Berikut isi pantun Bamsoet yang dibacakan saat berpidato di rapat paripura:

"Segi 4 belah ketupat. Ketupat dibuat bila lebaran tiba,
para pemimpin jangan saling sindir silang pendapat,
Agar menteri tetap sehat dan kuat."

"Bunga seroja dari Kalimantan dibawa orang ke Sulawesi.
Walau orang ramai mendebat amandemen Pancasila dan NKRI tetap harga mati."

Baca Juga

Komentar

Berita Terkait

Terpopuler

Terkini