Kritik Jokowi, Sandiaga: Pemindahan Ibu Kota Harus Lewat Referendum

"Dampak kepada dunia usaha seperti apa, dampak kepada lingkungan hidup seperti apa itu harus bisa kita betul pahami semua," katanya.

Suara.Com
Agung Sandy Lesmana | Stephanus Aranditio
Kritik Jokowi, Sandiaga: Pemindahan Ibu Kota Harus Lewat Referendum
Eks Cawapres nomor urut 02 Sandiaga Uno. (Suara.com/Stephanus Aranditio).

Suara.com - Eks Calon Wakil Presiden Sandiaga Uno meminta Presiden Joko Widodo untuk lebih banyak melibatkan warga melalui referendum terkait wacana pemindahan ibu kota. Sebab, Sandiaga merasa masyarakat kurang dilibatkan.

Menurut Sandiaga, diskusi mengenai pemindahan ibu kota harus dilakukan bersama-sama rakyat agar kemauan rakyat didengar dan menjadi keputusan bersama.

"Kalau saya melihatnya karena ini sangat strategis buat referendum, sampaikan seluruh warga Indonesia setuju enggak pindahkan ibu kota? Sehingga kita jadi bagian dari pengambilan keputusan tersebut," kata Sandiaga saat ditemui di Gedung Joeang 45, Menteng, Jakarta Pusat, Kamis (22/8/2019).

Melalui referendum itu, Sandiaga menilai pemerintah bisa mengetahui secara rinci apa saja dampak yang akan dirasakan masyarakat.

"Dampak kepada dunia usaha seperti apa, dampak kepada lingkungan hidup seperti apa itu harus bisa kita betul pahami semua," katanya.

Diketahui, Menteri Agraria dan Tata Ruang Sofyan Djalil menyebut Ibu Kota Negara baru akan pindah ke Kalimantan Timur, namun sampai kini lokasi pasti Ibu Kota Negara baru masih belum diputuskan.

"Sudah di Kalimantan Timur, tapi lokasi spesifiknya yang belum," kata Sofyan Djalil di Kantor Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Jakarta, Kamis (22/8/2019).

Sofyan Djalil menjelaskan pemerintah membutuhkan 3.000 hektar lahan untuk tahap pertama. Selanjutnya akan memerlukan 300 ribu hektar untuk membangun taman dan perlengkapan kota.

Baca Juga

Komentar

Berita Terkait

Terpopuler

Terkini