Disebut Sang Penyelamat, Fahri: Habibie Menolak jadi Presiden Lagi

"Kita telah kehilangan sebuah monumen kebesaran jiwa yang langka. Selamat jalan Pak Habibie..."

Suara.Com
Agung Sandy Lesmana | Novian Ardiansyah
Disebut Sang Penyelamat, Fahri: Habibie Menolak jadi Presiden Lagi
Mantan Presiden BJ Habibie menghadiri pembukaan Sidang Tahunan MPR Tahun 2017 di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu (16/8/2017). [Antara/Akbar Nugroho Gumay]

Suara.com - Wakil Ketua DPR RI Fahri Hamzah ikut merasa sangat kehilangan figur Habibie yang telah menghembuskan napas terakhirnya hari ini.

Atas rasa kehilangannya itu, Fahri pun memastikan, hari-hari sepeninggalan Habibie bakal membuat seluruh rakyat Indonesia berkabung. 

"Innalillahi wa Inna ilaihi rojiun, kita sebagai bangsa akan melalui hari-hari kesedihan akibat meninggalnya seorang putra terbaik bangsa," kata Fahri kepada wartawan, Rabu (11/9/2019).

Ia mengenang Habibie sebagai sosok seorang pemimpin yang mampu membawa Indonesia di masa transisi dari orde baru ke reformasi.

"Seorang yang tidak saja telah mewakafkan dirinya dalam kerja membangun Indonesia selama menjadi menteri dan wakil presiden. Tapi juga bagi keselamatan transisi demokrasi Indonesia yang penting pada periode kritis 1998-1999 sehingga pemilu legitimate yang pertama berlangsung dan beliau menolak menjadi presiden kembali," sambungnya.

Fahri bahkan mengumpamakan kepergian Habibie untuk selamanya seperti kehilangan sebuah monumen kebesaran jiwa.

"Kita telah kehilangan sebuah monumen kebesaran jiwa yang langka. Selamat jalan Pak Habibie, kami mencintaimu tetapi Allah SWT lebih mencintaimu," ujar Fahri.

Dikabarkan sebelumnya, Habibie meninggal dunia di ruang CICU, Paviliun Kartika RSPAD Jakarta Pusat pada pukul 18.05 WIB.

Menurut putra Kedua Habibie, Thareq Kemal Habibie, penyebab sang ayah meninggal dunia karena faktor usia.

Ia menyebut faktor lainnya adalah karena jantung yang sudah melemah. Ia mengapresiasi dokter yang sudah berusaha semampunya untuk menyembuhkan Habibie.

"Jantungnya sudah berhenti beraktifitas, seperti yang saya bilang, karena umur dan aktifitas yang banyak," kata Thareq di RSPAD Gatot Soebroto.

Baca Juga

Komentar

Berita Terkait

Terpopuler

Terkini