Din Syamsuddin: BJ Habibie Motivator Bagi Cendikiawan Muslim Indonesia

"Umat beragam berdoa menurut keyakinan masing-masing, khusus umat memanjatkan doa kepada allah, dipelosok menunaikan salat ghaib."

Suara.Com
Dwi Bowo Raharjo | Stephanus Aranditio
Din Syamsuddin: BJ Habibie Motivator Bagi Cendikiawan Muslim Indonesia
Utusan Khusus Presiden untuk Dialog dan Kerjasama Antaragama dan Peradaban, Muhammad Sirajuddin Syamsuddin atau Din Syamsuddin. (suara.com/Dwi Bowo Raharjo)

Suara.com - Mantan Ketua Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah, Din Syamsuddin, mengenang sosok Presiden ke-3 RI, Almarhum BJ Habibie yang meninggal dunia setelah mendapatkan perawatan insentif di RSPAD Gatot Soebroto, Senen, Jakarta Pusat. Habibie meninggal pada Rabu (11/9/2019) pukul 18.05 WIB.

Satu kenangan yang paling diingat Din terhadap sosok Habibie adalah jasanya mendirikan Ikatan Cendekiawan Muslim Indonesia (ICMI) sejak 1990.

"Sebagai pendiri dan ketua umum pertama dewan Cindikiawan Muslim Indonesia, Habibie telah tampil sebagi motivator bagi kebangkitan intelektual Islam di Indonesia yang sangat penting bagi Indonesia sendiri maka kepergian profesor Habibie ke hadirat Allah," kata Din Syamsuddin di rumah duka, Jalan Patra Kuningan XIII, Kuningan Timur, Jakarta Selatan, Kamis (12/9/2019).

Din menilai pemerintah sudah tepat mengeluarkan instruksi penurunan bendera setengah tiang selama tiga hari untuk mengenang BJ Habibie.

Mantan Ketua Umum MUI itu juga meminta pada seluruh masyarakat untuk mendoakan almarhum dari tempat masing-masing, khusus yang beragama Islam dia menyarankan untuk menggelar salat ghaib.

"Umat beragam berdoa menurut keyakinan masing-masing, khusus umat memanjatkan doa kepada allah, dipelosok menunaikan salat ghaib, juga hari Jumat selesai salat Jumat ikut mendoakan almarhum semoga arwahnya diterima oleh Allah," kata dia.

Seperti diberitakan sebelumnya, Habibie meninggal dunia di ruang CICU, Paviliun Kartika RSPAD Jakarta Pusat. Menurut Putra Kedua Habibie, Thareq Kemal Habibie, ayahnya meninggal pukul 18.05 WIB.

Thareq menyebut faktor lainnya adalah karena jantung yang sudah melemah. Ia mengapresiasi dokter yang sudah berusaha semampunya untuk menyembuhkan Habibie.

"Jantungnya sudah berhenti beraktifitas, seperti yang saya bilang, karena umur dan aktifitas yang banyak," kata Thareq.

Sekretaris Pribadi BJ Habibie, Rubianto mengumumkan bahwa prosesi pemakaman Habibie akan dilakukan pada Kamis (12/9/2019) pukul 13.00 WIB di Taman Makam Pahlawan Nasional Utama Kalibata, Jakarta Selatan.

Baca Juga

Komentar

Berita Terkait

Terpopuler

Terkini