Turut Berduka, Xanana Gusmao: Rakyat Timor Leste Selalu Kenang BJ Habibie

Sosok BJ Habibie memiliki tempat tersendiri untuk rakyat Timor Leste.

Suara.Com
Reza Gunadha | Husna Rahmayunita
Turut Berduka, Xanana Gusmao: Rakyat Timor Leste Selalu Kenang BJ Habibie
Foto dokumentasi Presiden ketiga RI, BJ Habibie menghadiri pembukaan Sidang Tahunan MPR Tahun 2017 di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu (16/8/2017). (Antara)

Suara.com - Wafatanya Presiden ke-3 RI, BJ Habibie, Rabu (11/9/2019), tak hanya meninggalkan kesedihan bagi rakyat Indonesia namun juga dunia.

Presiden pertama Republik Demokratik Timor Leste, Xanana Gusmao pun mengirimkan karangan buka sebagai tanda duka cita.

Foto karangan bunga dari Xanana Gusmao berhasil diabadikan oleh Sahat Sitorus dan dibagikan oleh akun Twitter @Sever1no pada Kamis (12/9/2019).

Xanana Gusmao menyampaikan rasa duka citanya dan doa atas kepergian Presiden RI ke-3. Selain itu, pria 73 tahun menerangkan bila rakyat Timor Leste akan selalu mengenang BJ Habibie.

"Turut berduka cita yang sedalam-dalamnya atas kepegian kakak tercinta Presiden BJ Habibie. Rakyat Timor Leste selalu mengenangmu selamanya. Istirahatlah dengan teang. Xanana Gusmao," demikian pesan dalam karangan bunga.

Xanana Gusmao kirim karangan bunga untuk kepergian BJ Habibie. (Twitter/Sahar Sitorus)
Xanana Gusmao kirim karangan bunga untuk kepergian BJ Habibie. (Twitter/Sahar Sitorus)

Sementara dalam foto lainnya, di halaman kantor Kedutaan Besar Republik Indonesia di Timor Leste, tampak bendera merah putih dikibarkan setengah tiang berdampingan dengan bendera Timor Leste sebagai tanda penghormatan untuk BJ Habibie.

Bendera merah putih berkibar setengah tiang di depan kantor Kedubes RI di Timoe Leste. (Twitter/Sahar Sitorus)
Bendera merah putih berkibar setengah tiang di depan kantor Kedubes RI di Timoe Leste. (Twitter/Sahar Sitorus)

Diketahui, sosok BJ Habibie memiliki tempat tersendiri untuk rakyat Timor Leste. Hal itu tak lepas dari peristiwa yang terjadi 20 tahun silam.

Kala itu, BJ Habibie menjabat sebagai presiden ingin mengusahaan kemerdekaan Timor Timur yang berniat melepaskan diri dari NKRI, hingga akhirnya terjadi referendum pada 30 Agustus 1999.

Berkat jasanya, sosok insinyur pesawat terbang tersebut mendapat penghormatan khusus bagi rakyat di sana, namanya pun diabadikan sebagai nama jembatan di Desa Bidau Sant'ana.

Baca Juga

Komentar

Berita Terkait

Terpopuler

Terkini