Usai Firli Sah Jadi Ketua KPK, DPR Kirim Surat ke Jokowi Agar Dilantik

Tapi waktu pelantikan diserahkan ke Jokowi.

Suara.Com
Pebriansyah Ariefana | Novian Ardiansyah
Usai Firli Sah Jadi Ketua KPK, DPR Kirim Surat ke Jokowi Agar Dilantik
Calon pimpinan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Firli Bahuri menjalani uji kepatutan dan kelayakan di ruang rapat Komisi III DPR, Senayan, Jakarta, Kamis (12/9). [ANTARA FOTO/Nova Wahyudi]

Suara.com - Anggota Komisi III DPR RI Arsul Sani mengatakan tak boleh ada kekosongan di kursi pimpinan KPK menyusul pengunduran diri Wakil Ketua KPK Saut Situmorang dan penyerangan mandat oleh Ketua KPK Agus Rahardjo CS ke Presiden Joko Widodo.

Pada saat bersamaan, DPR RI akan segera mengesahkan lima pimpinan KPK terpilih yakni Firli Bahuri, Nawawi Pomolango, Alexander Marwata, Nurul Ghufron, dan Lili Pintauli Siregar dalam Rapat Paripurna hari ini. Nantinya usai pengesahan tersebut DPR RI akan menyampaikannya kepada Jokowi untuk ditindaklanjuti.

"Kalau nanti Rapat Paripurna DPR menyetujui laporan dan juga keputusan Komisi III yang memilih lima capim itu, maka tentu kemudian DPR akan mengirimkan surat kepada presiden agar kelima capim itu ditetapkan dengan Keppres sebagai pimpinan KPK periode mendatang begitu," kata Arsul di Gedung DPR, Jakarta, Senin (16/9/2019).

Terkait kapan waktu pelantikan terhadao pimpinan KPK terpilih, kata Arsul, DPR menyerahkan sepenuhnya kepada Jokowi. Apakah nantinya Jokowi akan mempercepat pelantikan untuk mengisi kekosongan di KPK atau menunggu seledai masa jabatan pimpinan KPK saat ini pada Desember 2019.

"Kalau apakah terkait dengan pengembalian mandat itu presiden akan mempercepat pelantikan ya itu kita serahkan kepada beliau lah. Bagaimana bijaknya atau yang terbaik untuk KPK ini," ujar Arsul.

"Yang jelas KPK kalau memang benar ada pimpinannya yang mengundurkan diri dan itu tiga orang mengundurkan diri atau tidak menjalankan fungsi dan lain sebagainya ini tentu tidak boleh terjadi kekosongan karena ada hal-hal dalam Undang-Undang KPK itu yang memang menjadi tanggung jawab pimpinan KPK," sambung Arsul.

Untuk diketahui, dua pimpinan KPK, Agus Rahardjo dan Laode Muhammad Syarif mengembalikan mandat ke Presiden Joko Widodo atau Jokowi. Sebelumnya Wakil Ketua KPK Saut Situmorang menyatakan mundur sebagai komisioner KPK.

Hal itu dikatakan Ketua KPK Agus Rahardjo saat jumpa pers di halaman Gedung KPK Merah Putih, Jakarta, Jumat (13/9/2019) malam. Agus ditemani Laode, Saut dan Juru Bicara KPK Febri Diansyah. Agus mengatakan Jokowi perlu segera mengambil langkah penyelamatan KPK. Sebab Agus merasa KPK saat ini sudah genting.

"Segera bapak presiden ambil langkah untuk penyelamatan," kata Agus.

Satu pimpinan KPK lainnya, Saut Situmorang juga lebih dahulu menyatakan mengundurkan diri sebagai pimpinan KPK.

Baca Juga

Komentar

Berita Terkait

Terpopuler

Terkini