Sempat Berjuang Selama 1 Bulan, HS Dillon Wafat Akibat Komplikasi Jantung

"Rencana akan dikremasi di krematorium di Mumbul, Nusa Dua besok pukul 14.00 Wita siang, dan dimakamkan di Taman Makam Pahlawan, Tabanan."

Suara.Com
Agung Sandy Lesmana
Sempat Berjuang Selama 1 Bulan, HS Dillon Wafat Akibat Komplikasi Jantung
HS Dillon (Youtube)

Suara.com - Harbrinderjit Singh (HS) Dillon tutup usia di RS Siloam Bali, Senin (16/9/2019). Lelaki keturunan India yang dikenal sebagai pejuang HAM dan pegiat antikorupsi itu meninggal dunia akibat penyakit komplikasi jantung dan paru- paru.

"Sudah sebulan lalu dirawat di sini, sejak 19 Agustus 2019, karena penyakit komplikasi jantung dan paru-paru," jelas anak sulung dari HS Dillon, Haryasetyaka Singh Dillon yang dijumpai di RS Siloam, Senin malam.

Haryasetyaka Singh Dillon anak sulung dari HS Dillon, di RS Siloam, Bali. (Antara).
Haryasetyaka Singh Dillon anak sulung dari HS Dillon, di RS Siloam, Bali. (Antara).

Anak bungsu dari 7 bersaudara itu meninggalkan seorang istri, Drupadi S Harnopidjati, dan tiga orang anak, Haryasetyaka Singh Dillon, Mahawira Singh Dillon, dan Mahareksha Singh Dillon.

Selama hidupnya, HS Dillon pernah mengabdi sebagai tokoh Indonesia di bidang HAM dan sosial ekonomi.

Ia pernah menjabat sebagai direktur kemitraan bagi pembaruan tata pemerintahan. Sebelumnya, juga pernah menjadi utusan khusus kepresidenan urusan penanggulangan kemiskinan

Dillon juga pernah meraih penghargaan Global Award dari Priyadarshni Academy, India sebagai orang keturunan India di luar negaranya yang memberikan kontribusi di negara yang ditinggalinya.

Haryasetyaka menjelaskan jenazah ayahnya malam ini disemayamkan di RSAD Udayana Denpasar.

"Rencana akan dikremasi di krematorium di Mumbul, Nusa Dua besok pukul 14.00 Wita siang, dan dimakamkan di Taman Makam Pahlawan, Tabanan," ucapnya setiba di RS Siloam.

Baca Juga

Komentar

Berita Terkait

Terpopuler

Terkini