Soal Sanitasi, Pemkot Jakarta Barat Minta Warga BAB di Rumah Tetangga

"Mungkin mereka kalau buang hajat besar, cuci kakus, menumpang di tempat yang ada saluran septictank," ujar Edi kepada wartawan

Suara.Com
Reza Gunadha | Fakhri Fuadi Muflih
Soal Sanitasi, Pemkot Jakarta Barat Minta Warga BAB di Rumah Tetangga
Lurah Tanjung Duren Utara, Iskandar saat meninjau perkampungan warga yang mengalani masalah sanitasi dan minim WC di Gang Sekretaris, Tanjung Duren, Grogol, Jakarta Barat. (Suara.com/Stephanus Aranditio).

Suara.com - Warga RT15/RW7 Tanjung Duren, Grogol Petamburan, Jakarta Barat, mengalami masalah sanitasi karena tidak tersedianya tangki septik di kawasan tersebut.

Menanggapi hal tersebut, Pemerintah Kota Jakarta Barat meminta agar warga menumpang buang air besar (BAB) di rumah yang sudah mempunyai tangki septik.

Kepala Sudin Lingkungan Hidup Jakarta Barat Edi Mulyanto mengatakan, pihaknya tengah menangani masalah sanitasi tersebut.

Namun untuk sementara, warga diminta untuk menumpang agar tidak membuang limbah sembarangan.

"Mungkin mereka kalau buang hajat besar, cuci kakus, menumpang di tempat yang ada saluran septictank," ujar Edi kepada wartawan, Rabu (9/10/2019).

Edi menjelaskan, di lokasi tersebut masih banyak warga yang membuang limbah ke sungai. Ia berencana menutup saluran pembuangan limbah agar sanitasi warga lebih baik.

"Kalau saya tegas saja, saluran dan limbah domestiknya harus kami tutup. Nanti solusinya coba kami bicarakan dengan lurah," jelasnya.

Sebelumnya, Lurah Tanjung Duren Utara, Iskandar langsung meninjau Gang Sekretaris, RT15/RW7 Tanjung Duren Utara, Grogol Petamburan, Jakarta Barat, salah satu wilayah dengan sanitasi buruk di Ibu Kota. Mereka datang saat kondisi Gang Sekretaris ramai diberitakan.

Iskandar datang bersama Suku Dinas Lingkungan Hidup, Suku Dinas Sumber Daya Air, puluhan tim PPSU dan disambut Ketua RT15 dan Ketua RW7.

Dalak kunjungannya, Iskandar mengatakan akan langsung menindaklanjuti keluhan warga dengan membangun tangki septik agar warga lagi tidak membuang hajat langsung ke Kali Sekretaris.

"Kalau dilihat, sekitar 100 meter ada 21 KK, sehingga kami hitung rasionya sekitar 10 KK untuk 1 titik lubang septictank. Jadi ada 2 titik yang akan kami gali," kata Iskandar di lokasi, Senin (7/10/2019).

Baca Juga

Komentar

Berita Terkait

Terpopuler

Terkini