Ditanya Najwa soal Perpu KPK, Politisi Gerindra: Aku Bingung

Anggota DPR RI Fraksi Partai Gerindra, Supratman Andi Agtas memberi jawaban berbelit-belit saat ditanya Najwa Shihab tentang setuju tidak jika ada Perpu soal KPK.

Suara.Com
Iwan Supriyatna | Rifan Aditya
Ditanya Najwa soal Perpu KPK, Politisi Gerindra: Aku Bingung
Ketua Badan Legislasi DPR dari Fraksi Gerindra Supratman Andi Agtas [suara.com/Meg Phillips]

Suara.com - Najwa Shihab pembawa acara Mata Najwa melontarkan pernyataan kepada anggota DPR RI Fraksi Partai Gerindra, Supratman Andi Agtas terkait setuju tidaknya jika ada jika ada Perpu soal KPK.

Acara Mata Najwa bertema "Ragu-Ragu Perpu" yang tayang di Trans7 pada Rabu (9/10/2019) malam. 

"Pak Supratman, Partai Gerindra kalau Presiden mengeluarkan Perpu akan mendukung presiden atau tidak?" tanya Najwa Shihab.

Supratman menjawab, "Pertama begini dulu, yang mau di-Perpu-kan ini apa? Aku jadi bingung ini kita berdebat Perpu padahal sampai hari ini yang berlaku itu Undang-undang 30 tahun 2002, yang mau di Perpu kan presiden apa?"

Najwa langsung membalas, "Perpu pembatalan revisi yang anda lakukan."

Anggota DPR RI Fraksi Partai Gerindra tersebut bersikeras bahwa undang-undang KPK yang diperdebatkan ini belum ditandatangani oleh Presiden.

Supratman terus menjelaskan beberapa hal tapi penjelasannya tidak menjawab petanyaan yang dilontarkan Najwa Shihab.

Pembawa acara Mata Najwa ini pun langsung berkata "Pak Supratman langsung dijawab saja pertanyaannya, karena yang tampak sekarang adalah seolah-olah dari Partai Gerindra kalau presiden keluarkan Perpu kami (Gerindra) akan dukung sejak awal, kami tidak setuju revisi undang-undang KPK, pernyataan yang menyesatkan karena fraksi anda setuju?"

Supratman Andi Agtas pun menjawab, "Loh kalau Gerindra, saya kan ketua panja RUU tentang KPK, jadi saya tahu persis perdebatannya apa."

"Tiga fraksi termasuk kami memberi catatan dan itu yang mengakibatkan kami menolak soal itu. Karena soal mekanisme bagaimana diciptakan kalau Dewan Pengawas ada..." imbuhnya.

"Bang Supratman fraksi anda menyetujui," potong Najwa yang kemudian memperlihatkan video pernyataan Edhy Prabowo anggota DPR Fraksi Partai Gerindra saat Rapat Parpurna Pengesahan RUU KPK tanggal 17 September 2019.

Di Paripurna DPR tersebut, Fraksi Partai Gerindra menyetujui revisi UU KPK dengan catatan mengenai Dewan Pengawas KPK, alasannya mereka kalah suara.

Supratman melanjutkan, "Bukan, kita menolak, kita sebagian besar isi materi itu yang juga sudah disetujui presiden kita juga setuju, tetapi karena mekanisme pemilihan Dewan Pengawas itu berimplikasi akhirnya kami menolak semuanya."

Najwa kembali bertanya, "kenapa tidak mau dijawab setuju?"

"Intinya, sebagai ketua panja, saya ingin menjelaskan bahwa kalau presiden mengeluarkan Perpu kalau itu berkaitan dengan mekanisme pengangkatan Dewan Pengawas harus lewat mekanisme pansel kami pasti dukung Perpu itu," ungkap Supratman.

Baca Juga

Komentar

Berita Terkait

Terpopuler

Terkini