Temui Megawati, MPR Bahas Amendemen Terbatas untuk Pembangunan ke Depan

Bamsoet mengaku pihaknya juga bakal meminta saran dari masyarakat.

Suara.Com
Dwi Bowo Raharjo | Fakhri Fuadi Muflih
Temui Megawati, MPR Bahas Amendemen Terbatas untuk Pembangunan ke Depan
Pimpinan MPR RI periode 2019 - 2024 menemui Presiden ke-5 RI, Megawati Soekarnoputri di kediamannya, Jalan Teuku Umar, Menteng Jakarta Pusat, Kamis (10/10/2019) sore. (Suara.com/Fakhri Fuadi)

Suara.com - Pimpinan MPR RI membahas soal amendemen terbatas mengenai landasan pembangunan negara bersama Presiden ke-5 RI, Megawati Soekarnoputri. Landasan ini disebut akan menjadi acuan bagi para pemimpin tingkat nasional hingga daerah.

Ketua MPR RI Bambang Soesatyo (Bamsoet) menganggap landasan ini sebagai blue print atau cetak biru untuk pembangunan Indonesia dalam 50-100 tahun ke depan. Ia menilai hal itu dapat mendorong pertumbuhan ekonomi di Indonesia lebih cepat.

"Ini suatu hal yang semacam cetak biru atau blue print Indonesia 50-100 tahun ke depan yang semua mengacu pada satu buku induk," ujar Bambang Soesatyo di kediaman Megawati, Jalan Teuku Umar, Menteng, Jakarta Pusat, Kamis (10/10/2019).

Politikus Partai Golkar itu menuturkan, presiden hingga pemimpin daerah akan membuat kebijakan yang mengacu pada acuan ini. Hal ini dapat membantu para pemimpin daerah karena sudah mendapatkan gambaran soal pembangunan wilayahnya.

"Sehingga manakala ada pergantian pergantian kepala negara, pergantian Bupati, Wali kota, Gubernur itu blue print sama, sehingga tidak memulai lagi dari bawah," jelasnya.

Dalam pembahasan soal amendemen terbatas, Bamsoet mengaku pihaknya juga bakal meminta saran dari masyarakat. Menurutnya masyarakat harus terlibat dalam rancangan yang menjadi acuan negara ke depan ini.

"Kita ingin masyarakat ikut andil untuk memberikan masukan atas konstutusi yang akan kita jalankan ke depan," pungkasnya.

Baca Juga

Komentar

Berita Terkait

Terpopuler

Terkini