Diduga Beri Keterangan Palsu, Relawan Jokowi Ancam Polisikan Iskandar

"Saya mohon Bapak Iskandar untuk mencabut, memberikan klarifikasi bahwa apa yang disampaikan tidak benar."

Suara.Com
Dwi Bowo Raharjo | Yosea Arga Pramudita
Diduga Beri Keterangan Palsu, Relawan Jokowi Ancam Polisikan Iskandar
Relawan Jokowi korban penganiayaan Ninoy Karundeng. (Suara.com/Yosea Arga)

Suara.com - Relawan Jokowi yang menjadi korban penganiayaan Ninoy Karundenga membantah pernyataan pengurus DKM Masjid Al-Falah Iskandar soal tak ada tindak penganiayaan pada Senin (30/9/2019). Diketahui, lokasi penganiayaan Ninoy terjadi di dekat Masjid Al-Falah, Pejompongan, Jakarta Pusat.

Ninoy menuturkan, saat itu Iskandar tak berada di lokasi saat kejadian. Ia kemudian menyebut Iskandar telah memberikan keterangan palsu.

"Saya sebagai korban, apa yang disampaikan oleh Bapak Iskandar, saya tidak pernah melihat Bapak Iskandar di dalam masjid tersebut," kata Ninoy di Polda Metro Jaya, Kamis (10/10/2019).

Untuk itu, sang pegiat media soaial meminta agar Iskandar mencabut pernyataannya. Jika tidak, Ninoy akan melaporkan Iskandar terkait penyebaran berita bohong atau hoaks.

"Saya mohon Bapak Iskandar untuk mencabut, memberikan klarifikasi bahwa apa yang disampaikan tidak benar. Jika tidak dilakukan, saya sebagai orang yang mengalami pemukulan, saya akan melaporkan ke pihak kepolisian untuk penyebaran berita bohong," kata dia.

Sebelumnya, Pengurus Masjid Al-Falah, Pejompongan, Jakarta Pusat membantah pernyataan relawan Joko Widodo, Jack Lapian yang menyebut Ninoy Karundeng dianiaya oleh orang tak dikenal di dalam masjid.

Anggota Dewan Kemakmuran Masjid (DKM) Al Falah, Iskandar mengatakan, pada saat kejadian masjid yang terletak di Jalan Masjid I itu berubah menjadi posko medis bagi demonstran aksi di DPR RI yang berujung ricuh pada Senin (30/9/2019) lalu.

Menurut Iskandar, kejadian itu terjadi sekitar pukul 03.00 WIB dini hari, Ninoy yang menjadi bulan-bulanan massa langsung ditarik oleh demonstran untuk mendapatkan pertolongan medis di Masjid Al Falah.

"Ya kita hanya mengetahui ada pemukulan ya kita berusaha masukan ke dalam. Apa lagi kan kita sudah tahu apa babak belur lah atau nggak. Ya masuk ke dalam (masjid) itu. Di dalam ini kan banyak pasien juga lainnya, ada tim dokter, tim medis ya. Paling aman di dalam dan tidak ada kegiatan pemukulan di dalam masjid. Kita tidak membolehkan masuk kecuali medis dan yang luka," kata Iskandar saat ditemui di Masjid (DKM) Al Falah, Pejompongan, Jakarta Pusat, Minggu (6/10/2019).

Baca Juga

Komentar

Berita Terkait

Terpopuler

Terkini