Politikus PKPI: Hanya Orang Gila yang Sebut Penusukan Wiranto Settingan

"Orang dioperasi, katanya digebukin. Orang ditusuk, katanya setingan. Ah, dasar orang gila hehehe," imbuh Teddy Gusnaidi.

Suara.Com
Rendy Adrikni Sadikin | Husna Rahmayunita
Politikus PKPI: Hanya Orang Gila yang Sebut Penusukan Wiranto Settingan
Teddy Gusnaidi. [Twitter]

Suara.com - Politikus Partai Keadilan dan Persatuan Indonesia (PKPI), Teddy Gusnaidi turut menanggapi berita yang kini digunjingkan warganet.

Melalui jejaring Twitter pribadinya, Teddy Gusnaidi buka suara. Tanpa menyebut nama, ia menyindir pihak yang menyebut insiden penusukan Wiranto adalah peristiwa settingan.

Menurut penulis buku "Seandainya saya presiden" itu, pihak yang menganggap peristiwa tersebut karangan belaka atau settingan, adalah orang tidak waras alias gila.

"Hanya orang gila yang menganggap penusukan Pak Wiranto adalah settingan Pak Wiranto sendiri," tulis Teddy Gusnaidi.

Sontak cuitan Teddy menuai respons dari warganet, mereka menyuarakan dukungannya atas pendapat itu.

Lebih lanjut Teddy Gusnaidi berkelakar, sebutan orang tidak waras juga layak diberikan kepada mereka yang mengatakan orang dioperasi sama dengan orang dipukuli.

"Orang dioperasi, katanya digebukin. Orang ditusuk, katanya settingan. Ah, dasar orang gila hehehe," imbuh Teddy Gusnaidi.

Sebagaimana diketahui, linimasa Twitter sempat dihebohkan dengan cuitan putri Amien, Hanum Salsabiela Rais, Kamis (10/10/2019)

Hanum Rais sempat membagikan cuitan sebagai tanggapan berita yang tengah ramai dibicarakan di Tanah Air.

Ia menyebut sosok yang viral sengaja mengarang cerita, bertindak sebagai korban untuk mempertahankan dana deradikalisasi yang notabene dialokasikan untuk menanggulangi para teroris.

"Settingan agar dana deradikalisasi terus mengucur. Dia caper. Karena tidak bakal dipakai lagi. Play victim. Mudah dibaca sebagai plot. Di atas berbagai opini yang beredar terkait hits siang ini. Tidak banyak yang benar-benar serius menanggapi. Mungkin karena terlalu banyak hoax-framing yang selama ini terjadi," tulis Hanum Rais.

Namun, tak lama Hanum menyebut bahwa tulisan tersebut kehapus, meski sudah terlebih dahulu diabadikan oleh warganet.

Hanum lalu memberikan klarifikasi bahwa ia sejatinya turut prihatin atas berita yang sedang ramai disorot masyarakat dan menegaskan bahwa dirinya menolak segala bentuk kekerasan.

"Melihat komen online, Anda bisa mengecek juga,saya justru mengungkapkan keprihatinan mendalam karena masyarakat, se-apatis itu dan setidak peduli itu. Ditambah dengan media yang terus memberi info salah/gegabah. Jelas kita menyesalkan yang terjadi. And we’re in the same boat: fighting against violence! (dan kita berada di pihak yang sama: berjuang melawan kekerasan)," sambung Hanum Rais.

Baca Juga

Komentar

Berita Terkait

Terpopuler

Terkini