Wiranto Ditusuk, Prabowo: Saya Tidak Melihat Ada Rekayasa

"Yang jelas saya lihat tadi ada beberapa, mungkin 9 dokter senior dari TNI. Saya tidak melihat ada rekayasa, saya tidak melihat," tegas Prabowo.

Suara.Com
Agung Sandy Lesmana | Stephanus Aranditio
Wiranto Ditusuk, Prabowo: Saya Tidak Melihat Ada Rekayasa
Ketum Partai Gerindra Prabowo Subianto saat menjenguk Menkopolhukam di RSPAD Gatot Subroto. (Suara.com/Tio)

Suara.com - Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto mengaku tidak menemukan adanya rekayasa terkait insiden penusukan yang dialami Menkopolhukam Wiranto saat melakukan kunjungan ke Banten, kemarin.

Hal itu disampaikan Prabowo saat menjenguk Wiranto yang dirawat di Rumah Sakit Pusat Angkatan Darat (RSPAD) Gatot Soebroto, Senen, Jakarta Pusat, Jumat (11/10/2019) sore.

Prabowo mengatakan kedatangannya sebagai bentuk jiwa korsa mengingat Wiranto adalah Panglima ABRI saat dirinya menjabat sebagai Pangkostrad di era Presiden Soeharto dulu.

Dalam kesempatan ini, Prabowo meyakini bahwa insiden yang terjadi terhadap Wiranto bukanlah sebuah rekayasa.

"Yang jelas saya lihat tadi ada beberapa, mungkin 9 dokter senior dari TNI. saya tidak melihat ada rekayasa, saya tidak melihat," tegas Prabowo.

Maka dari itu, dia secara tegas mengutus tindak terorisme di Indonesia terlebih jika sudah menyasar langsung ke pejabat negara.

"Saya mengutuk semua bentuk terorisme, semua bentuk radikalisme Semua bentuk kekerasan kita hindari. Dan harus kita cegah, dan tidak boleh ada di Indonesia. Kita harus selesaikan semua perbedaan dengan kesejukan," katanya.

"Musyawarah mufakat di ruangan kalau perlu pukul-pukul meja. Tapi enggak boleh ada penyelesaian dengan kekerasan," imbuhnya. 

Prabowo menjenguk Wiranto satu setengah jam sejak pukul 18.30 WIB, dari dalam dia meminta semua masyarakat Indonesia mendoakan kesembuhan Wiranto.

"Alhamdulillah kondisinya stabil, mudah-mudahan cepet baik, kita doakan semua," ucapnya.

Diketahui, Wiranto ditusuk saat hendak pulang ke Jakarta usai menghadiri acara peresmian Gedung Kuliah Bersama di Universitas Mathla’ul Anwar yang beralamat di Kampung Cikaliung, Desa Sindanghayu, Kecamatan Saketi, Kamis (10/10/2019) kemarin.

Aksi penusukan itu dilakukan Syahril Alamsyah alias Abu Rara. Akibat peristiwa tersebut, Wiranto mengalami dua luka tusukan di bagian perut dan kini masih dirawat di RSPAD Gatot Subroto, Jakarta.

Dalam kasus ini, polisi telah meringkus Abu Rara, dan istrinya, Fitri Andriana Binti Sunarto. Polisi menyebutkan Abu Rara teridentifikasi sebagai anggota teroris jaringan JAD.

Baca Juga

Komentar

Berita Terkait

Terpopuler

Terkini